PLN Jalin Kolaborasi Global Kembangkan Energi Hidro di Tanah Air
JAKARTA, investortrust.id - PT PLN (Persero) menjalin kolaborasi global untuk mengakselerasi pengembangan tenaga hidro di Tanah Air dan mencapai target net zero emission pada 2060. Hal ini tecermin pada gelaran Indonesia–Switzerland Hydropower Conference di Jakarta.
Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN Olivier Zehnder menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Swiss terhadap transisi energi Indonesia, khususnya dalam pengembangan tenaga hidro.
Baca Juga
“Perusahaan Swiss telah aktif di sektor tenaga hidro Indonesia selama lebih dari satu abad. Mari kita perkuat komitmen bersama untuk meningkatkan ketahanan energi, memperbesar porsi energi terbarukan dalam bauran energi, dan mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2060,” kata Olivier dalam keterangannya, Sabtu (19/4/2025).
Wakil Ketua International Hydropower Association (IHA) Karen Atkinson turut mengapresiasi langkah Indonesia dalam menjadikan tenaga hidro sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional. Menurutnya, pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkelanjutan membutuhkan dukungan lintas pihak.
“Membangun tenaga hidro yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan yang terpenting adalah komitmen. Kami harap konferensi ini bisa menjadi forum berbagi solusi, praktik terbaik, dan kisah sukses, termasuk dari Swiss, untuk menginspirasi pengembangan tenaga hidro di Indonesia,” ujar Karen.
Baca Juga
Bahlil Minta PLN Bangun Pembangkit Geotermal Berkapasitas 40 MW di Maluku
Sementara itu Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan pengembangan energi baru terbarukan (EBT), termasuk tenaga hidro, menjadi salah satu prioritas PLN dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya domestik.
“Energi hidro adalah salah satu sumber EBT paling potensial yang dimiliki Indonesia dan dapat dikembangkan secara masif untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, khususnya yang berasal dari impor,” sebut Darmawan.

