Presiden JICA Tegaskan Dukungannya ke Sektor Kesehatan, Pendidikan, dan SDM Indonesia
TOKYO, investortrust.id – Presiden Japan International Cooperation Agency (JICA) Tanaka Akihiko menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
"Indonesia adalah mitra penting bagi Jepang. Kami ingin terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui program kesehatan, pendidikan, serta pengembangan kapasitas generasi mudanya," ujar Tanaka di sela jamuan makan siang bersama pemimpin redaksi media massa nasional di Tokyo, Jepang, Rabu (16/4/2025).
Di sektor kesehatan, JICA telah mendukung peningkatan kapasitas rumah sakit rujukan, penyediaan alat medis, serta pelatihan tenaga medis. Salah satu proyek utama adalah peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk penerapan Buku Kesehatan Ibu dan Anak.
Sementara itu, di bidang pendidikan, JICA turut membangun sekolah di wilayah terdampak bencana dan melatih tenaga pendidik. Di tingkat global, komitmen JICA juga tercermin melalui pengembangan pendidikan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) di berbagai negara berkembang.
Untuk pengembangan SDM, JICA menjalankan program Knowledge Co-Creation Program (KCCP) yang memungkinkan peserta dari Indonesia mengikuti pelatihan teknis dan manajerial di Jepang. Selain itu, program expert dispatch mengirimkan tenaga ahli Jepang ke Indonesia untuk mendampingi berbagai proyek strategis. JICA juga memfasilitasi program magang dan studi bagi ASN, serta profesional Indonesia.
JICA juga turut mendukung inovasi kewirausahaan melalui NINJA Accelerator, program akselerasi startup yang mendorong transformasi digital dan teknologi. Tak kalah penting, JICA bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan program pelatihan perikanan dan bahasa Jepang untuk generasi muda Indonesia, yang membuka peluang kerja di sektor perikanan, termasuk di Jepang.
Baca Juga
Tak Hanya MRT, JICA Berkomitmen Dukung Berbagai Proyek Infrastruktur Strategis di Indonesia
Makan Bergizi Gratis
Sementara itu, terkait program makan bergizi gratis yang menjadi prioritas Presiden Prabowo, Tanaka mengingatkan pentingnya pendekatan desentralisasi berdasarkan pengalaman Jepang. Di Jepang, program makan siang sekolah telah berlangsung selama lebih dari 70 tahun. Setiap daerah menentukan menu dan pengelolaannya sendiri sesuai dengan karakter lokal.
“Jadi di Jepang sendiri kalau menurut saya makanan gratis tidak bisa diputuskan bahwa semuanya harus menurut sama. Dan disini yang saya katakan adalah mulai dari menu, termasuk resepnya, ini berbeda per sekolah dan masing-masing pemerintah punya kebijakan masing-masing. Jadi masing-masing daerah memiliki karakteristik daerahnya sendiri,” kata Tanaka.
Ia menuturkan, awal mula program makan gratis di Jepang dibantu oleh UNICEF dan Pemerintah Amerika Serikat termasuk dukungan susu bubuk sebagai standar gizi anak. “Susu tepung masuk dalam standar UNICEF. Sangat enak. Dan sekarang yang namanya makan gratis di Jepang, enak sekali,” ungkap Tanaka.
“Keberhasilan program makan siang sekolah di Jepang adalah hasil kolaborasi jangka panjang dan inovasi lokal. Ini bisa menjadi inspirasi untuk Indonesia dalam membangun sistem yang berkelanjutan,” sambung Tanaka.
Dukungan JICA terhadap Indonesia menurut Tanaka harus terus diperkuat dengan semangat kolaborasi, berbagi pengetahuan, dan investasi pada kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
Bentuk Kehadiran
Kehadiran JICA di Indonesia sangat signifikan dan sudah berlangsung sejak 1960-an. JICA adalah lembaga kerja sama pembangunan resmi pemerintah Jepang yang bertugas mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca Juga
AZEC 2024: Pertamina dan JICA Jajaki Potensi Kolaborasi untuk Transisi Energi
Berikut beberapa bentuk kehadiran JICA di Indonesia:
- Kantor Perwakilan: JICA memiliki kantor perwakilan di Jakarta yang mengoordinasikan seluruh proyek kerja sama di Indonesia.
- Kemitraan Pemerintah ke Pemerintah: Bekerja sama erat dengan Kementerian PPN/Bappenas, kementerian teknis, dan pemerintah daerah dalam berbagai proyek pembangunan.
- Berbagai Skema Bantuan:
• Pinjaman Official Development Assistance (ODA).
ODA adalah bantuan yang diberikan oleh pemerintah negara maju (baik secara langsung maupun melalui lembaga seperti JICA, USAID, AusAID) kepada negara berkembang untuk mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Tujuan ODA adalah non-komersial, yaitu untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan mengurangi kemiskinan, bukan untuk mencari keuntungan ekonomi langsung.
• Grant Aid (hibah).
• Technical Cooperation (kerja sama teknis dan pelatihan SDM).
Tanaka menambahkan, JICA menekankan pendekatan co creation atau penciptaan bersama solusi pembangunan. Dalam Rencana Jangka Menengah, JICA mendukung visi Indonesia Emas 2045, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), transisi energi bersih, dan peningkatan konektivitas logistik dan kawasan industri.

