Hari Ini, Menko Airlangga Pimpin Tim Negosiasi Tarif Berangkat ke AS
JAKARTA, investortrust.id – Tim negosiasi Indonesia untuk membahas penurunan tarif resiprokal berangkat ke Amerika Serikat hari Selasa (15/4/2024) ini. Tim negosiasi akan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Kami sudah berkomunikasi dengan US Secretary of Commerce (Menteri Perdagangan AS,” kata Airlangga menghadiri Forum Bisnis Rusia- Indonesia, di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (14/4/ 2025).
Airlangga tidak bersedia membeberkan materi proposal negosiasi yang diajukan kepada pihak Amerika. “Isi proposalnya rahasia, tidak akan dibuka ke publik. Jangan main tebak-tebakan. Tidak akan saling tekan-menekan dalam negosiasi. Yang penting tarif nanti bisa turun,” tuturnya.
Amerika Serikat menetapkan tarif impor 32% terhadap Indonesia yang diumumkan Presiden Donald Trump pada Liberation Day pada 2 April lalu. Menjelang deadline 9 April, Trump kemudian menunda pemberlakuan tarif resiprokal tersebut selama 90 hari untuk membuka ruang negosiasi.
Sebelumnya, Airlangga Hartarto menyebut bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang akan menjalani negosiasi tarif impor dengan Amerika Serikat (AS). “Indonesia adalah salah satu negara yang mendapat kesempatan pertama untuk diundang ke Washington DC,” kata Airlangga seusai menggelar rapat koordinasi teknis terbatas, di kantornya di Jakarta, Senin (14/4/2025).
Airlangga mengatakan, undangan negosiasi ini muncul berdasarkan surat yang sudah disampaikan Pemerintah Indonesia. Tiga kementerian AS yang akan dijadikan target negosiasi, yakni Kementerian Keuangan AS, Kementerian Perdagangan AS, dan Kementerian Sekretariat Negara AS. “Kami sudah bersurat, arahan Bapak Presiden, kita bersurat kepada tiga kementerian,” ujar dia.
Proses negosiasi ini dilakukan untuk menemui sejumlah pejabat tinggi AS, di antaranya Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, Menteri Sekretariat Negara AS Marco Rubio, dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Airlangga mengatakan, undangan negosiasi ini muncul berdasarkan surat yang sudah disampaikan Pemerintah Indonesia. Tiga kementerian AS yang akan dijadikan target negosiasi, yakni Kementerian Keuangan AS, Kementerian Perdagangan AS, dan Kementerian Sekretariat Negara AS. “Kami sudah bersurat, arahan Bapak Presiden, kita bersurat kepada tiga kementerian,” ujar dia.
Proses negosiasi ini dilakukan untuk menemui sejumlah pejabat tinggi AS, di antaranya Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, Menteri Sekretariat Negara AS Marco Rubio, dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent. (C-14)

