Perusahaan Jasa Pendidikan Tiongkok Berbasis AI Ekspansi Gandeng Kampus di RI
JAKARTA, Investortrust.id - ChineseRd, perusahaan penyedia layanan pendidikan asal Tiongkok menggandeng kampus di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan berbahasa mandarin pada pelajar dan mahasiswa di Tanah Air dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)
Hal itu diwujudkan dalam lomba membaca puisi berbahasa mandarin tingkat nasional yang diikuti lebih 1.800 pejalar dari seluruh Indonesia yang digelar ChineseRd, lembaga kursus bahasa mandarin berbasis di Shenzhen dan Universitas Bunda Mulia (UBM) Jakarta.
Baca Juga
Kemdiktisaintek-LPDP Kucurkan Rp 2 Triliun Beasiswa, Anggaran Pendidikan Terbesar Kedua
Founder & Chairman of ChineseRd Guo Xinlin mengatakan, ChineseRd tidak hanya fokus pada fungsi penilaian dan pelatihan pelafalan, tetapi mengembangkan alat pembelajaran.
"Tujuannya untuk membantu memberikan skenario latihan dialog bahasa mandarin yang lebih banyak dan menarik kepada siswa Indonesia," kata dia dalam keterangannya, Rabu (9/4/2025).
Guo Xinlin menambahkan, dengan dukungan AI dari Tiongkok, proses seleksi kegiatan bertajuk “Lomba Mandarin Champion 2025 ini menjadi lebih efisien dan objektif. Sebanyak 300 peserta berhasil melaju ke babak semifinal berkat sistem pengenalan suara dan analisis pengucapan bahasa mandarin yang akurat.
Sementara dalam kesemaatn yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Hubungan Eksternal Universitas Bunda Mulia Yenli Megawati mengatakan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah berjalan antara Universitas Bunda Mulia dengan ChineseRd.
Baca Juga
Pastikan Peningkatan Akses Pendidikan, Wapres Tinjau Pembangunan Universitas Syekh Nawawi Banten
Kegiatan lomba membaca puisi berbahasa mandarin ini menjadi kesempatan baik bagi para pejalar serta mahasiswa di Indonesia untuk mengembangkan kemampuan berbahasa mandarin. "Peserta dapat memanfaatkan lomba ini untuk lebih mengenal bahasa mandarin yang tidak hanya dalam menulis, membaca dan berbicara, tetapi bisa mendalami secara sastra,” kata dia..
Ketua Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Bunda Mulia Symphony Akelba Christian menyatakan ini merupakan lomba membaca puisi bahasa mandarin pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi AI yang dikembangkan ChineseRd. "Kami berharap, penggunaan teknologi AI ini dapat menarik lebih banyak pelajar Indonesia untuk belajar bahasa mandarin," kata dia.

