Kadin Institute: Tarif Trump Dorong Relokasi Industri dari Vietnam ke Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia dan Vietnam selama ini bersaing dalam memperebutkan investasi asing. Karena Vietnam terkena tarif resiprokal Amerika Serikat lebih tinggi dari Indonesia, maka terdapat peluang terjadinya relokasi industri dari Vietnam ke Tanah Air.
Direktur Eksekutif Kadin Institute, Mulya Amri menyatakan, sebagai sesama negara ASEAN, kondisi ekonomi Vietnam dan Indonesia sangat berbeda. Ekonomi Vietnam sangat bergantung pada kegiatan ekspor (87% PDB), dibandingkan ekonomi Indonesia (22% PDB). Sedangkan ekspor Malaysia berkontribusi 68% terhadap PDB, Singapura bahkan 174%.
"Ekspor Indonesia ke AS hanya mencapai 2% dari PDB, sedangkan Vietnam 33%, Thailand 13%, dan Singapura 8%," kata Mulya Amri di Jakarta, Sabtu (5/4/2025).
Nilai ekspor Indonesia ke AS tahun lalu tercatat US$ 30 miliar, sedangkan Vietnam US$ 142 miliar, Malaysia US$ 54 miliar, Thailand USS4 66 miliar, serta Singapura US$ 44 miliar.
Baca Juga
Kadin: Keputusan Trump adalah Opening Statement, Pintu Negosiasi Masih Terbuka
Sementara itu, tarif resiprokal yang diberlakukan AS terhadap Indonesia hanya 32%, sedangkan ke Vietnam 46%, Thailand 36%, Malaysia 24%, dan Singapura 10%.
Dari sisi PDB per kapita, Vietnam tercatat USD 4.282, Indonesia USD 4.876, Malaysia USD 11.379, Thailand USD 7.182, dan Singapura USD 84.734.
Dari berbagai data tersebut, kata Mulya Amri, Kadin Institute berkesimpulan bahwa dampak kebijakan tarif Presiden Trump yang dialami Indonesia jauh lebih kecil dibanding Vietnam.
“Dan mengingat PDB per kapita Indonesia Indonesia (USD 4.876) kompetitif dengan Vietnam (USD 4.282) dan lebih rendah dari Malaysia, maka kebijakan tarif Presiden Trump Indonesia berpeluang terjadinya relokasi pabrik dari Vietnam ke Indonesia,” kata Mulya Amri.
Baca Juga
Legislator Minta Pemerintah Jalankan Diplomasi Dagang Cerdas dan Terukur Hadapi Tarif Trump

