Bersaing dengan Vietnam, Indonesia Masih Berpeluang Ambil Alih Relokasi Pabrik dari China
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menilai Indonesia masih memiliki peluang besar untuk menjadi negara tujuan relokasi pabrik dari China yang disebabkan perang dagang atau pengenaan tarif dari Amerika Serikat (AS).
"Ya pada dasarnya peluangnya (China merelokasi pabrik ke Indonesia) masih sangat besar," ucap Faisol Riza kepada awak media saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (17/3/2025).
Baca Juga
Resmikan Pabrik Pemurnian Logam Mulia Freeport, Prabowo Tegaskan Komitmen Hilirisasi
Faisol Riza menyatakan peluang Indonesia sebagai relokasi pabrik masih sangat besar, meskipun negara Tirai Bambu telah merelokasikan sebanyak 630 pabrik mebelnya ke Vietnam baru-baru ini.
Peluang Indonesia menjadi negara tujuan relokasi pabrik di China karena Vietnam juga berpotensi dikenakan tarif yang besar oleh AS tersebut. Hal ini karena neraca perdagangan antara Vietnam dengan Amerika Serikat memiliki surplus cukup besar.
"Ini akan sangat berpengaruh terhadap di kawasan industri termasuk terhadap Vietnam. Jadi karena Vietnam ini trade balance-nya besar dengan Amerika jadi tentu resiprokal ini akan berpengaruh banyak,”paparnya.
Baca Juga
RI Ketiban Untung, Perang Dagang Global Picu Pabrik China Relokasi ke Indonesia
Untuk itu, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan tarif Vietnam yang besar akan menjadi pertimbangan investor untuk merelokasikan pabriknya ke Negeri Naga Biru tersebut.
"Karena kalau mereka membuat atau merelokasi pabriknya ke Vietnam itu kurang lebih sama saja dengan mereka tidak relokasi. Kalau pembicaraan resiprokal ini betul-betul sudah bisa dijalankan oleh pemerintahan Trump," kata Faisol.

