Danantara akan Berinvestasi di Proyek Milik PT Agrinas? Rosan Bilang Begini
JAKARTA, investortrust.id - CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani buka suara ketika dikonfirmasi soal rencana sovereign wealth fund (SWF) milik pemerintah tersebut akan berinvestasi di proyek milik PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).
Meski enggan menjawab secara rinci, Rosan menjelaskan pada prinsipnya Danantara terbuka terhadap proposal dari kementerian/lembaga, termasuk soal proyek pengelolaan lahan sawit oleh Agrinas Palma Nusantara. Namun dia mengingatkan Danantara memiliki kriteria tersendiri sebelum menyuntikkan dana sebagai investasi.
"Kita kan semua terbuka ya antara semua usulan, baik dari setiap kementerian, dari setiap siapapun, dari perangkat sektor. Yang penting adalah memenuhi kriteria dan parameter yang kita bikin," katanya saat ditemui di kediamannya, Jalan Widya Chandra V, Jakarta, Selasa (1/4/2025).
Rosan menjelaskan, kriteria mendasar yang akan dilihat oleh Danantara yakni seperti potensi return yang didapat dari investasinya. Kemudian Danantara juga akan melihat bagaimana suatu proyek tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan hingga meningkatkan industrialisasi di Indonesia.
"Jadi itu semua kita analisa dan kita evaluasi secara menyuruh secara konkuren," sebutnya.
Baca Juga
Respons Rosan soal Permintaan Maruarar agar Danantara Dukung Program Perumahan
Pada kesempatan itu Rosan juga mengungkap rencana setelah seluruh saham BUMN masuk ke Danantara. Adapun saat ini Rosan mengatakan masih menunggu proses penggabungan atau inbreng saham-saham BUMN ke Danantara hingga rampung seluruhnya.
"Harapannya nanti semuanya berjalan lancar di Danantara, prosesnya baik, semangatnya juga positif," ucapnya.
Rosan berujar pihaknya menjamin bakal terus menjaga sentimen positif pasar terhadap kinerja Danantara. Pria yang juga menjabat sebagai menteri investasi dan hilirisasi/kepala BKPM ini mengatakan, manajerial Danantara akan mengutamakan tata kelola usaha yang transparan, akuntabel dan berintegritas.
"Sehingga kita melakukannya ke depannya, sentimen positif ini akan terus berkembang ke depannya," ungkap dia.
Diberitakan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memberi sinyal PT Agrinas Palma Nusantara akan mengelola lahan seluas 1,17 hektare. Jutaan hektare tersebut merupakan lahan dalam kawasan hutan yang bakal dikuasai kembali oleh negara melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
“Iya, akan kita proses,” kata Sjafrie saat acara penyerahan perkebunan kelapa sawit hasil penguasaan kembali Satgas PKH, di gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Meski begitu, Sjafrie enggan tergesa-gesa. Menhan Sjafrie ingin memastikan luas sebaran lahan yang dapat digunakan dan dikerjasamakan dengan perusahaan.
“Jadi kita tidak akan meninggalkan mereka sepanjang kewajiban-kewajibannya memenuhi persyaratan,” kata dia.
Baca Juga
Maruarar Minta Restu Rosan agar Danantara Bantu Program Perumahan Rakyat
Satgas PKH menargetkan penguasaan kembali lahan di dalam kawasan hutan seluas 1,17 juta hektare (ha). Saat ini, lahan seluas 1 juta ha telah dikuasai kembali oleh negara.
Dari lahan yang sudah dikuasi negara, area seluas 438.866,17 ha telah diserahkan ke PT Agrinas Palma Nusantara. Sjafrie menjelaskan pembentukan Agrinas Palma untuk mengoptimalkan produksi sawit.
“Agrinas Palma harus siap dengan leadership, siap dengan manajemen sehingga produksinya tidak boleh menurun bahkan harus meningkat,” ujar dia.
Nantinya, Agrinas Palma akan bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) agar proses manajemen terukur dan produktif.

