Puncak Arus Mudik, Wamen ESDM Pastikan Infrastruktur Listrik dalam Kondisi Prima
CIREBON, Investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) memastikan infrastruktur kelistrikan dalam kondisi prima pada puncak arus mudik Lebaran 2025/Idulfitri 1446 Hijriah. Termasuk fasilitas yang mendukung mobilitas masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan pegecekan dan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan sejak jauh-jauh hari. Persiapan diharapkan mampu mencegah gangguan kelistrikan selama periode Idulfitri tahun ini.
Baca Juga
Beban Listrik Turun 30% Saat Idulfitri, PLN Siapkan Daya 67 GW
"Yang kami lakukan di Kementerian ESDM, meminta kepada PLN untuk melakukan maintenance (kelistrikan) lebih awal, supaya tidak terjadi gangguan selama perayaan Idulfitri. Kemudian untuk antisipasi, kita menyiapkan personel dan peralatan," ujar Yuliot saat melakukan peninjauan ke stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di jalur mudik PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cirebon, seperti dikutip Mingu (30/3/2025)
Terpisah, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa PLN memberikan layanan maksimal selama periode Lebaran. Pihaknya memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan dari hulu hingga hilir dalam kondisi prima untuk memberikan layanan kepada masyarakat. "Kami telah melakukan pengecekan menyeluruh, mulai pasokan energi primer, pembangkit, transmisi, distribusi, hingga personel," ucap Darmawan.
PLN telah menetapkan periode siaga Ramadan dan Idulfitri dari 17 Maret sampai 11 April 2025. PLN memproyeksikan beban puncak selama periode siaga ini sebesar 45 gigawatt (GW). Dengan daya mampu kelistrikan sebesar 67 GW, maka masih ada reserve margin sebesar 22 GW atau sekitar 40%.
"Kami memastikan kondisi sistem kelistrikan aman dan andal. Kami terapkan monitoring real-time untuk menjamin pasokan listrik mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat bahkan di beban puncak," ujar Darmawan.
SPKLU mobil listrik
Sementara Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto menambahkan bahwa PLN telah menyiapkan infrastruktur kendaraan listrik secara maksimal untuk menyambut periode mudik Idulfitri tahun ini. Termasuk menambah jumlah unit SPKLU untuk titik-titik yang memiliki okupansi tinggi.
"Kami memproyeksikan jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan listrik pada Idulfitri kali ini akan meningkat lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Guna mengantisipasi antrean panjang charging, kami telah menambah SPKLU hingga 7,5 kali lipat dibanding tahun lalu di titik-titik dengan okupansi tinggi pada jalur mudik Trans Sumatra - Jawa," jelas Adi.
Baca Juga
Bahlil: SPKLU Siap Layani Pengguna Mobil Listrik Naik 6 Kali Lipat pada Lebaran 2025
Sampai saat ini, tercatat PLN bersama para mitra telah menyediakan 3.558 unit SPKLU yang tersebar di 2.412 titik strategis di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk jalur mudik dengan okupansi tinggi, ada sebanyak 1.000 unit SPKLU di 615 lokasi di jalur mudik Trans Sumatra dan Jawa, dengan jarak rata-rata antar-SPKLU adalah 22 km.
Khusus di wilayah Jawa Barat, PLN menambah jumlah SPKLU sebanyak enam kali lipat dari Idulfitri tahun sebelumnya. Dengan begitu saat ini telah tersedia sebanyak 617 unit SPKLU yang tersebar di 406 lokasi di Jawa Barat. Pada setiap lokasi ini, PLN juga menyediakan petugas yang siaga 24 jam membantu para pemudik dengan total 2.436 personel.

