Kaji Pembiayaan Kopdes Merah Putih, Budi Arie Sebut Akan Libatkan Danantara
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengungkapkan, pihaknya tengah mengkaji skema pembiayaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Dia menyebut, Kopdes Merah Putih nantinya bakal melibatkan Kementerian Keuangan hingga Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
"Ini sedang terus dirapatkan, skema itu nanti melibatkan Kementerian Keuangan, Danantara dan sebagainya, itu sedang diskusikan," kata dia ditemui di kantor Kemenkop, Jakarta, Senin (24/3/2025).
Baca Juga
Prabowo Ingin Koperasi Desa Merah Putih Jadi 80 Ribu, Budi Arie Pastikan Peluncuran Tepat Waktu
Terkait Danantara, dia menyebut, hal itu tidak lepas dari kebutuhan Kopdes Merah Putih terhadap akses kredit pembiayaan. Dia menambahkan, kredit pembiayaan ini akan disalurkan oleh bank-bank BUMN yang kini terkonsolidasi melalui Danantara.
Namun, saat ini terdapat kekhawatiran bank-bank BUMN untuk menyalurkan kredit pembiayaan kepada Kopdes Merah Putih. Oleh karena itu, dia mengatakan perlu adanya jaminan bersumber dari APBN maupun APBD. "Supaya jangan menjadi ketakukan bank-bank pemerintah saat memberikan kredit, kan ada jaminannya. dari APBN maupun APBD," sambung dia.
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu mengungkapkan, merevitalisasi maupun membentuk baru Kopdes Merah Putih membutuhkan dana Rp 3-5 miliar. Namun angka tersebut, kata dia, sangat bergantung kondisi masing-masing koperasi. "Kalau termasuk gedung, cold storage-nya, truknya, logistiknya, itu bisa sampai Rp 5 miliar," sebut dia.
Budi Arie mengatakan, pemerintah akan melakukan skrining masing-masing koperasi sebelum menyalurkan kredit. Pemerintah juga akan terlebih dahulu melakukan verifikasi persyaratan umum. Di antaranya kelayakan lokasi hingga gedung misalnya seluas 20 x 50 meter. Adapun persyaratan lebih detail tengah digodok Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN.
Baca Juga
Kopdes Merah Putih Diharapkan Jadi Momentum Kebangkitan Koperasi dan Penggerak Perekonomian Desa
"Begini, ada satu koperasi, diajukan (pembiayaan), lalu diperiksa, dilihat, apakah layak? Pengurusnya bagaimana? Prospeknya bagaimana? Pendukung lainnya bagaimana? Karena menurut saya membangun koperasi ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun orang dan sistemnya," jelas dia.
Budi Arie mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto berkeinginan agar Kopdes Merah Putih ditambah menjadi 80.000 dari target sebelumnya 70.000 karena pemerintah ingin membentuk kopdes di kelurahan. Selain itu, alasan lain, yakni membentuk lebih dua kopdes di satu desa.
"Desa yang penduduknya padat, banyak sekali, misalnya di Pulau Jawa itu banyak desa yang penduduknya 40.000, mungkin bisa dua kopdes. Contohnya desa di Kabupaten Bekasi, itu bisa dua kopdes," ungkap dia.

