Gandeng Kemenekraf, Mendag Ingin UMKM Kreatif agar Tembus Pasar Global
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang pengembangan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kreatif agar menembus pasar global.
Kesepakatan ini meliputi beberapa ruang lingkup strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, yaitu pengembangan produk kreatif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), fasilitasi pemasaran produk, fasilitasi perlindungan dan komersialisasi kekayaan intelektual, serta kegiatan lain yang disepakati kedua pihak.
Baca Juga
Dorong Ekonomi Kreatif dari Daerah, Kemenekraf dan InJourney Kolaborasi #LebarandiCandi 2025
Mendag menilai MoU ini sebagai langkah strategis peningkatan nilai tambah UMKM. Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat pengembangan UMKM di subsektor produk kreatif sehingga menjadi entitas tangguh, inovatif, dan kompetitif di pasar domestik dan global.
“Bersama Kemenekraf (Kementerian Ekonomi Kreatif), Kemendag berkolaborasi mengembangkan ekonomi kreatif. Kesepakatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk kreatif Indonesia,” ucap Mendag Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/3/2025).
Menurut Budi, pengembangan produk kreatif di Indonesia merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional. Sektor ekonomi kreatif telah memberikan sumbangan signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Pada 2024, sektor ekonomi kreatif menyumbang Rp 1,53 triliun terhadap PDB nasional. Di sisi lain, pada tahun tersebut, nilai ekspor ekonomi kreatif mencapai US$ 25,10 miliar yang didominasi empat subsektor utama, yaitu fesyen, kriya, kuliner, dan penerbitan.
“Hal ini menunjukkan bahwa produk kreatif Indonesia telah mendapatkan pengakuan dan permintaan yang tinggi di pasar internasional, sekaligus menjadi salah satu pilar penting perekonomian nasional,” terangnya.
Baca Juga
Dukung Ekonomi Kreatif, BCA Kolaborasi dengan TULOLA Luncurkan Koleksi Art Wear Terbaru
Mendag menambahkan, Kemendag terus membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem ekspor produk kreatif Indonesia. Salah satu kemitraan strategis yang dibangun adalah dengan Kemenekraf.
“Melalui program ini, Kemendag memfasilitasi UMKM untuk melakukan presentasi bisnis (pitching) dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) dengan perwakilan perdagangan di 33 negara," papar Mendag.
Sementara Menteri Riefky menyampaikan, penguatan ekosistem ekonomi kreatif dilakukan melalui kolaborasi hexahelix, yaitu pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, media massa, dan hukum/regulasi. Hal ini dilakukan dengan pengembangan riset, pendidikan, dan perlindungan kreativitas.
“Kolaborasi melalui kesepahaman ini merupakan langkah konkret dalam memperluas dampak ekonomi kreatif sekaligus menjawab tantangan global dengan pendekatan holistik," ungkap Riefky.

