Dukung Ekonomi Kreatif, BCA Kolaborasi dengan TULOLA Luncurkan Koleksi Art Wear Terbaru
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA bersama jenama perhiasan lokal TULOLA kembali berkolaborasi dalam peluncuran koleksi art wear terbaru “Garden of Wishes”. Peluncuran itu sebagai wujud komitmen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat.
Dalam koleksi ini, BCA turut melibatkan perajin dari Desa Wisata Taro yang merupakan Desa Bakti BCA untuk memproduksi beberapa variasi perhiasan.
Kolaborasi kali ini menampilkan berbagai koleksi perhiasan terbaik TULOLA sepanjang tahun 2024, termasuk The Dancer yang telah diperkenalkan pada Oktober lalu.
Proses kreatif di balik desain koleksi perhiasan kolaborasi BCA dan TULOLA melibatkan I Made Suama, seorang seniman perak dari Desa Wisata Taro, Bali. Desa Wisata Taro adalah wilayah yang berada di bawah naungan program Desa Bakti BCA.
Dalam hal ini, I Made Suama mengambil bagian pada pembuatan tiga jenis perhiasan baru dari TULOLA, yaitu bros kipas, bros ukiran, dan subeng (anting-anting) bermotif bunga. Melalui ketiga perhiasan berbahan perak yang dilapisi emas tersebut, ia menghadirkan sentuhan khas merefleksikan kekayaan dan budaya asli Desa Taro.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengungkapkan, BCA senantiasa mendukung karya anak bangsa dan bangga menjadi bagian dari perjalanan kreatif bersama TULOLA.
"Kami merasa terhormat dapat menjadi mitra menghadirkan koleksi terbaru yang memadukan seni, budaya, dan keindahan lokal. Lebih istimewa lagi, kali ini BCA mendampingi perajin dari Desa Wisata Taro untuk berkontribusi menciptakan koleksi ini," ujar Hera dalam acara Press Conference Launching Koleksi Art Wear TULOLA 'Garden of Wishes' di The Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (28/11/2024).
Lebih lanjut, Hera menyebut, BCA meyakini bahwa kolaborasi ini tidak hanya memperkuat nilai budaya Indonesia, tetapi juga membuka peluang para perajin lokal menunjukkan potensi mereka di pasar yang lebih luas.
Diketahui, Desa Wisata Taro memiliki aneka budaya dengan keindahan alam, serta menjadi salah satu pusat seni kerajinan perak. Kekayaan budaya dan keasrian alam Desa Taro kerap menjadi inspirasi sejumlah seniman dalam berkarya, salah satunya I Made Suama.
Bros Kipas karya I Made Suama terinspirasi dari tarian Nar-Nir yang mengisahkan pergaulan remaja dan setiap penarinya membawa kipas. Inspirasi dari tarian menyatu dengan ukiran khas Bali yang sering ditemukan pada Pura di Desa Taro.
Karya lainnya, Bros Ukiran merepresentasikan keanekaragaman tumbuhan di Desa Taro, terutama tanaman merambat. Terakhir, Anting Bunga yang terinspirasi oleh keindahan bunga di Desa Taro yang sering dijadikan pelengkap kostum penari.
“Pelibatan Desa Taro dalam kolaborasi ini adalah bagian dari komitmen BCA untuk memberdayakan komunitas lokal secara berkelanjutan. Dengan mendukung perajin seperti I Made Suama, kami berupaya menciptakan multiplier effect yang mencakup pertumbuhan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat," ungkap Hera.
Hera menjelaskan, keberhasilan kolaborasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus mengembangkan potensi seni dan budaya mereka, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis warisan budaya.
Di sisi lain, Hera membeberkan bahwa BCA senantiasa mendukung pertumbuhan bisnis pelaku UMKM dan para pengusaha di Desa Bakti BCA. Di mana, dukungan BCA dapat ditemukan pada pelibatan 32 merchant binaan BCA pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2024. Pada kesempatan tersebut, BCA mempertemukan puluhan UMKM binaan dengan lebih dari 160 pembeli potensial dari luar negeri.
Kemudian, BCA juga memfasilitasi proses penerbitan sertifikat halal yang menargetkan 2.000 UMKM pada 2024 ini. Selain itu, BCA telah mengajak lima desa binaan memperkenalkan wisata dan kekayaan daerahnya di Bali Beyond Travel Fair dan Wonderful Indonesia Travel Fair 2024.

