Perputaran Uang Selama Lebaran 2025 Diprediksi Turun, Ini Alasan Pemerintah
JAKARTA, investotrust.id – Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, perputaran uang selama Lebaran 2025 diprediksi turun dibandingkan tahun lalu akibat tidak ada moment besar lain yang mengiringinya.
“Tahun lalu ada pemilu, sehingga perputaran uangnya tinggi,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Jumat (21/3/2025).
Baca Juga
Resmikan Posko Angkutan Lebaran, InJourney Airports Prediksi 10,8 Juta Pemudik Naik Pesawat
Menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 tinggi karena baseline atau basis penghitungannya tinggi. Selain itu, pada kuartal I tahun lalu terdapat stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Adapun tahun ini, pemerintah memberikan stimulus dalam bentuk diskon.
Menurunnya perputaran uang selama Lebaran 2025 muncul dari perhitungan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang. Sarman memprediksi hal itu dengan asumsi jumlah pemudik Lebaran 2025 turun dibanding tahun silam.
Pada 2025, menurut data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), jumlah pemudik diperkirakan mencapai 146,48 juta orang, turun 24% dibanding tahun lalu yang mencapai 193,6 juta pemudik.
“Jika tahun lalu asumsi perputaran uang selama Idulfitri 2024 mencapai Rp 157,3 triliun, maka asumsi perputaran uang selama Idulfitri 2025 mencapai Rp 137,97 triliun,” ujar dia.
Baca Juga
Memanfaatkan Perputaran Uang Libur Idulfitri Rp 137,98 Triliun
Sarman mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan perputaran uang. Pertama, jarak libur Nataru dan Idulfitri yang sangat berdekatan. “Sehingga yang berlibur selama Nataru tidak lagi merencanakan liburan atau pulang kampung saat libur,” ujar dia.
Kedua, menurut Sarman Simanjorang, dengan kondisi ekonomi saat ini, masyarakat cenderung menghemat karena adanya tahun ajaran baru dalam beberapa bulan ke depan. Masalah ketiga yaitu maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Keempat yaitu terjadi penurunan daya beli masyarakat.

