Menkomdigi Respons Rencana Pembangunan Pusat Data di Batang
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid memberikan respons soal rencana pembangunan pusat data di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah. Kabar itu sebelumnya disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebutkan rencana investasi di kawasan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianti hari ini.
Menko Airlangga menyatakan China berupaya untuk menanamkan investasi industri senilai Rp 16 triliun di KEK Batang. Salah satunya pembangunan pusat data. Pembangunan juga akan dilakukan di KEK Nongsa Digital Park, Batam yang ke depannya akan diperluas karena terdapat rencana pendirian beberapa pusat data di sana.
Baca Juga
Meutya mengaku saat ini belum bertemu dengan Airlangga untuk membahas rencana tersebut.
"Belum komunikasi dengan Pak Menko Airlangga. Nanti dalam waktu dekat mungkin insyaallah kita akan ketemu," kata Meutya Hafid di kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Namun demikian Meutya membenarkan pentingnya kebutuhan akan pusat data di beberapa titik. Tidak hanya pemerintah, ia menyebut ekosistem pusat data juga bisa melibatkan pihak swasta.
"Jadi kita sangat terbuka (bekerja sama), pemerintah juga membangun, swasta juga kita harapkan membangun, dan bahkan sepertinya mungkin sifatnya PPP (public private partnership) ya," beber Meutya
Politikus Partai Golkar itu juga turut menjawab kelanjutan Pusat Data Nasional (PDN) di Batam yang sebelumnya dihentikan karena berakhirnya kontrak kerja sama dengan pihak Korea Selatan. Ia menegaskan pembangunan akan terus dilanjutkan.
"Kalau yang dengan Korea memang sudah habis masa waktunya 2 tahun. Namun demikian, sebagaimana bisa saya sampaikan, tentu pembangunannya akan terus dilakukan," katanya.
Baca Juga
Resmikan KEK Industropolis Batang, Prabowo Komitmen Bangun Ekonomi Nasional
Terkait pihak mana yang akan melanjutkan proyek PDN di Batam Meutya masih enggan memberikan kepastian.
"Kita nanti (kerja sama) dengan siapa, kita akan putuskan bersama di pemerintah, tapi yang memang rencananya tentu akan tetap membangun data center di berbagai wilayah," jelasnya. (C-13)

