Ini Jurus Pertamina dan PLN Antisipasi Antrean Mengular di SPBU dan SPKLU
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Patra Niaga dan PT PLN telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi terjadinya antrean mengular di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) selama periode mudik Lebaran 2025. Hal ini demi menjaga kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan.
Pelaksana tugas harian (Pth) Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo menyampaikan, untuk mengatasi situasi tersebut, pihaknya telah memetakan tambahan SPBU temporer. Dengan demikian, di rest area tipe B itu ditambahkan SPBU mini, sehingga tidak tertumpu pada rest area tipe A saja.
“Ini kita sebar densitasnya, tetapi kita juga tidak menutup kemungkinan terjadi penumpukan di rest area tipe A. Oleh karena itu, antisipasi yang kita lakukan adalah di rest area tipe A itu kita tambah modular. Ada beberapa SPBU yang sudah besar kita tambahkan modular semacam SPBU mini,” ujar Mars Ega dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Baca Juga
Selain Menyegel, Pertamina Ambil Alih Kelola SPBU Nakal di Bogor
Selain itu, Pertamina juga menyiapkan marshall untuk mengatur antrean di SPBU, serta menyiapkan layanan kemasan melalui motoris. Terdapat 200 motoris yang akan beroperasi di 5.439 area.
“Sehingga ini bisa jemput bola, yang antre panjang di belakang mungkin ekornya kita bisa tawarkan dalam bentuk kemasan. Jadi nanti ada petugas yang memonitor itu, bahwa bila antrean terlalu panjang kita bisa menawarkan di SPBU selanjutnya atau kita berikan tambahan layanan secara kemasan,” terang dia.
Selain kendaraan berbasis BBM, pada mudik Lebaran kali ini diprediksi penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) bakal semakin banyak. Maka dari itu, PLN pun telah menyiapkan strategi agar tidak terjadi penumpukan saat melakukan pengisian baterai di SPKLU.
Baca Juga
Penjualan BBM SPBU BP Naik hingga 30%, Ternyata Ini Penyebabnya
Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto menyebutkan sejumlah lokasi, seperti pertengahan sekitar Cirebon, Batang, dan Semarang bakal terjadi penumpukan berdasarkan pengalaman tahun lalu.
“Memang perilaku pelanggan sebelum dia melakukan perjalanan, baterai sudah dipenuhi di rumahnya masing-masing, sehingga pada saat baterai itu diperkirakan sekitar 30-40%, itu nyampainya sudah sampai sekitar Batang, mungkin juga ada beberapa yang mobil kecil itu di Cirebon sudah mulai habis,” kata Adi.
Maka dari itu, PLN pun memperbanyak jumlah SPKLU di lokasi-lokasi yang diprediksi bakal ramai pengunjung. PLN memprediksi populasi EV roda empat pada mudik Lebaran 2025 meningkat lima kali lipat dibanding tahun lalu, yaitu menjadi 21.570 unit dari 4.314 unit.
Maka dari itu, PLN bersama mitra menyediakan SPKLU sejumlah 3.558 Unit di 2.412 lokasi dimana 1.000 Unit SPKLU di 615 lokasi tersedia di ruas jalur mudik Sumatera-Jawa.

