'Work From Anywhere' Jelang Idulfitri, Telkom Indonesia (TLKM) Siapkan Antisipasi
JAKARTA, investortrust.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyatakan kesiapan menyambut momentum Idulfitri 1446 H/2025 M tahun ini, termasuk adanya kebijakan work from anywhere (WFA) dari pemerintah jelang hari raya lebaran. Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah mengatakan, perseroan telah menyiapkan sejumlah antisipasi adanya kepadatan lalu lintas pengguna.
"Dengan adanya WFA ini tentunya, kita antisipasikan banyak terjadi atau kebutuhan orang untuk melakukan video conference, untuk pekerja melalui zoom dan sebagainya," katanya dalam konferensi pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Menurutnya kebijakan WFA jelang hari raya Idulfitri menjadi berbeda dibandingkan perayaan sebelumnya. Ia menilai dengan adanya kebijakan WFA diharapkan tidak terjadi penumpukuan kepadatan traffic dalam penggunaan jaringan Telkom.
Ia memastikan emiten dengan kode saham TLKM itu telah siap untuk melayani lebih dari 158 juta pelanggan dalam menyambut momen hari raya Idulfitri, termasuk persiapan WFA. Salah satu produk Telkom Indonesia, yakni Indihome disebut oleh Ririek kini memiliki lebih dari 9,7 juta pelanggan. Ia memperinci sebanyak 600 ribu UMKM, 2.300 korporasi serta 700 lembaga pemerintahan tercatat sebagai pelanggan Indihome.
Baca Juga
Telkom Kembangkan Desa Wisata Berbasis Konservasi di Desa Kramat Purbalingga, Berikut Keunggulannnya
"Kita sudah siapkan infrastruktur, jadi antisipasi kita pertumbuhan traffic itu ada kira-kira ada 28%, akan naik jadi sekitar 20 tera," ungkapnya.
Ririek menyebut Telkom Indonesia (TLKM) menyiapkan kapasitas hingga 58 terabyte (TB) atau meningkat 11% dibandingkan periode sebelumnya. Sementara terkait prediksi adanya lonjakan traffic hingga 28% ia mengatakan angka tersebut meningkat hampir 2 kali lipat dari pertumbuhan pada hari-hari biasa.
"Traffic pilotnya Telkomsel ini, kita ini setelah year-to-date, kalau dibandingkan tahun lalu kita tumbuh di 15%. Jadi kenapa lebih tinggi ya? Karena memang akan banyak orang bepergian, akan banyak orang dengan komunikasi dan apalagi ditambah dengan WFA tadi, jadi semakin banyak," jelasnya.
Kemudian untuk memaskimalkan kebutuhan pelanggan, bos Telkom Indonesia (TLKM) itu mengungkap perseroan akan melayani koneksi dengan jaringan internasional. Selain itu ia juga memperkirakan akan ada lebih dari 496 point of interest (POI) atau titik kumpul bagi banyak orang. Titik itu antara lain tempat wisata hingga pusat-pusat keramaian lainnya.
"Itu kita antisipasi, kita siapkan, kita tingkatkan kapasitasnya, sehingga ketika itu terjadi komunikasi berlangsung dengan baik," ujarnya.
Diketahui kebijakan WFA oleh pemerintah tertuang melalui beleid Surat Edaran Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Nomor 2 Tahun 2025 yang mengatur aparatur sipil negara (ASN) diperbolehkan bekerja fleksibel pada 24-27 Maret 2025.

