Mendag Optimistis CAEXPO 2025 Bisa Pertahankan Surplus Perdagangan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan optimismenya bahwa partisipasi Indonesia dalam China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2025 akan mampu mempertahankan surplus perdagangan dengan China. Meskipun saat ini neraca perdagangan Indonesia dengan China mengalami defisit, Budi yakin bahwa langkah strategis yang disiapkan dapat mendorong ekspor nasional ke pasar China.
“Kita pernah surplus, artinya kita bisa optimis untuk menembus pasar China lagi. Sekarang tinggal bagaimana caranya kita bisa masuk ke sana,” kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (17/3/2025).
Menurutnya, CAEXPO 2025 dapat menjadi momentum penting untuk memperluas penetrasi produk Indonesia, khususnya dari sektor UMKM. Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah business matching sebelum acara berlangsung.
“Sebelum bapak-ibu datang ke CAEXPO, tugas perwakilan kita adalah mencarikan buyer. Jadi jangan sampai datang ke pameran dengan biaya mahal, tapi tidak ada hasil,” himbaunya.
Program business matching ini akan dilakukan secara bertahap, dengan beberapa sesi sebelum pameran dimulai. “Misalnya dapat buyer untuk produk ini, ya sudah business matching dulu. Lalu menjelang September, dicarikan buyer lagi, dan begitu seterusnya,” jelas Budi.
Tujuannya adalah agar setiap UMKM yang berpartisipasi di CAEXPO sudah memiliki buyer potensial sebelum acara dimulai, sehingga peluang transaksi meningkat. Selain mencari buyer, pemerintah juga ingin memastikan bahwa UMKM yang ikut serta benar-benar siap untuk ekspor.
Dengan pendekatan baru ini, diharapkan UMKM tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi benar-benar menjadikan CAEXPO sebagai ajang perluasan pasar mereka. Budi juga mengingatkan bahwa kualitas produk menjadi faktor penentu keberhasilan di pasar global. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pelatihan dan pendampingan agar produk UMKM lebih kompetitif.
“Kalau produk kita kurang bagus dan tidak punya daya saing, pasti akan kalah. Kuncinya daya saing, inovasi, dan promosi,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan ekspor, pemerintah juga menargetkan kontribusi ekspor UMKM dalam neraca perdagangan nasional. “Kita targetkan dua perwakilan kita ke China, ekspornya berapa? Ekspor nasional harus naik 10%, dan UMKM harus berkontribusi lebih besar,” jelas Budi.
Tak hanya di CAEXPO, pola yang sama juga akan diterapkan pada Trade Expo Indonesia yang berlangsung pada bulan Oktober mendatang. “Bagi bapak-ibu yang ikut Trade Expo, kita juga akan lakukan business matching. Harapan kami, sebelum buyer datang ke Indonesia, sudah ada kontrak dagang,” tutupnya. (C-13)

