Indonesia Mau Bangun Kilang Raksasa 1 Juta Barel, Minyak Mentahnya Cukup?
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyampaikan rencana membangun kilang minyak raksasa berkapasitas 1 juta barrel oil per day (BOPD). Namun, saat ini produksi minyak mentah dalam negeri sedang mengalami decline (menurun) dengan realisasi 2024 580.224 BOPD.
Menanggapi hal ini, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, rencana pembangunan kilang raksasa tersebut akan berjalan beriringan dengan upaya peningkatan lifting minyak melalui berbagai aktivitas. Salah satunya dengan melakukan kegiatan eksplorasi secara masif.
Baca Juga
Pertamina Targetkan Volume Intake Kilang Meningkat 3%, Ini Program Strategisnya
“Ini kan kita lagi mengusahakan untuk peningkatan produksi dalam negeri. Ini kita lagi mengupayakan ada percepatan untuk eksplorasi. Jadi dengan adanya percepatan eksplorasi, justru akan menambah produksi dalam negeri,” kata Yuliot saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Selain itu, pemerintah berencana melakukan percepatan pada proses tender untuk wilayah kerja (WK) baru. Diharapkan, dengan berbagai langkah-langkah ini produksi minyak dalam negeri bisa meningkat sehingga bisa mengurangi impor.
Disampaikan Yuliot, pembangunan kilang 1 juta barel ini tidak dilakukan di satu titik tertentu, tetapi tersebar di beberapa titik. Namun, untuk saat ini dirinya masih belum bisa menyebutkan perincian kapasitas masing-masing titik-titik pembangunan tersebut. “Jadi ada di Sumatera, ya kemudian itu ada di Kalimantan, ya mungkin itu juga ada di kawasan Timur Indonesia,” ungkap dia.
Baca Juga
Bahlil Bocorkan Kilang Minyak Raksasa Bakal Dibangun di Sumatera
Yuliot mengatakan bahwa kilang minyak berkapasitas 1 juta barel tersebut nantinya merupakan jenis kilang petrochemical complex. Pasalnya, pembangunan kilang jenis tersebut dianggap lebih efisien. “Ini bukan hanya kilang, tetapi petrochemical complex. Jadi bisa berbagai macam produk dihasilkan dari kilang tersebut,” ujar Yuliot.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat, realisasi produksi rata-rata minyak dan gas (migas) pada 2024 mencapai 1,79 juta barel setara minyak per hari (BOEPD).
SKK Migas mengungkapkan angka tersebut terdiri dari produksi rata-rata harian minyak sebesar 580.224 BOPD, dan gas bumi sebesar 5.481 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

