Anindya Sebut Indonesia dan Vietnam Bakal Jadi Mesin Kekuatan Besar ASEAN
JAKARTA, Investortrust.id -- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie merespons positif kerja sama strategis yang dijalin Indonesia dan Vietnam di sejumlah sektor. Ia menyebut kerja sama kedua negara berpotensi bakal menjadi mesin kekuatan besar ekonomi ASEAN.
"Dua negara ini adalah mesin daripada ASEAN. Dan jumlah penduduknya juga setengah daripada ASEAN kalau digabung, jadi saya rasa ini kerja sama yang sangat menarik," kata Anindya ditemui usai acara High Level Business Dialogue Indonesia-Vietnam, Raffles Hotel, Jakarta, Senin (10/3/2025).
Anidya melihat hal tersebut terjadi lantaran PDB per kapita kedua negara sama-sama mencapai 5.000 dolar AS. Selain itu pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Vietnam juga berada di atas 5%.
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Sebut Kehadiran Xanh SM di Indonesia Bisa Tingkatkan Industri Otomotif
"Inflasinya juga sangat terjaga. Jadi saya rasa kita juga mesti bekerja sama dan belajar satu sama lain, karena Vietnam ini terkenal produktivitasnya sangat-sangat tinggi dan ease of doing businessnya baik," ucapnya.
Anindya juga menyinggung soal China Plus One atau strategi yang digunakan perusahaan China untuk tidak hanya berinvestasi di China. Menurutnya Indonesia dan Vietnam bisa menjadi alternatif negara tujuan investasi perusahaan-perusahaan China.
"Dari sisi elektronik sampai kepada semikonduktor, karena perlu diingat dengan adanya strategi banyak multinasional China Plus One atau mencari negara lain selain China, Vietnam dan Indonesia menjadi suatu destinasi yang bisa menjadi minat banyak investor," ungkapnya.
Kerja sama kedua negara bukan berarti tanpa tantangan. Menurut Anindya, tantangan yang dihadapi yakni bagaimana agar kedua pemerintah mendorong pihak dunia usaha untuk terus berkolaborasi.
"Dan inilah tugas Kadin bersama pemerintah memastikan anggota-anggota kami punya akses pasar yang terbuka akses teknologi, akses finansial untuk saling investasi," ujarnya.
Ia optimis nilai perdagangan yang ditargetkan dapat menembus US$ 18 Miliar dapat tercapai dalam waktu dekat. Terlebih kerja sama keduanya sudah berlangsung lama.
"Beberapa pemain Indonesia juga di sana sudah bukan 10 tahun tapi sudah sampe hampir 30 tahun bahkan jadi pemain besar. Jadi kita mesti benar-benar melihat kesempatan bekerjasama dan bahkan belajar dari Vietnam," tuturnya. (C-14)

