1 Juta Sambungan Jargas Hemat Subsidi Energi Rp 672 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN akan membangun jaringan gas rumah tangga (jargas) sebanyak 200.000 sambungan rumah (SR) menjadi 1 juta sambungan rumah hingga akhir 2025.
Pemanfaatan gas bumi melalui jargas berpotensi mengurangi impor LPG hingga 100.000 metrik ton dan menghemat subsidi energi hingga Rp 672 miliar per 1 juta sambungan.
Baca Juga
PGN Permudah Bayar Tagihan Jargas Lewat Kanal Digital dan Ritel
“Kami terus membangun pipa transmisi dan distribsui gas bumi untuk konektivitas antar-wilayah dan meningkatkan akses gas bumi bagi pengguna baru," kata Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/3/2025).
Dia mengatakan, gas bumi dalam hilirasi migas akan mengurangi ketergantungan impor energi dan memberikan nilai tambah bagi ekonomi. Untuk itu, PGN menjawab hal ini dengan program strategis pengembangan gas bumi.
Salah satu bentuk infrastruktur beyond pipeline, yaitu terminal penerima LNG dan LNG hub untuk membawa LNG dari lapangan baru di wilayah timur Indonesia. Infrastruktur ini juga berperan meningkatkan storage LNG, sehingga bisa meningkatkan ketahanan suplai gas.
“Kami memetakan canvassing market dan ada kawasan industri yang memungkinkan untuk disuplai dengan LNG di wilayah Indonesia bagian tengah-timur. PGN siap berkolaborasi dengan industri dalam penyediaan energi yang efektif dan efisien,” ujar Rosa.
Baca Juga
Genjot Jargas, Pemerintah Patok Target Ambisius 5,5 Juta SR di 2030
Dia mengatakan, potensi permintaan gas bumi di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur cukup besar, salah satunya dari smelter. "Untuk itu, infrastruktur beyond pipeline turut dikembangkan,” kata dia.
Rosa mengatakan, PGN juga menggiatkan pemanfaatan limbah kelapa sawit atau POME untuk diubah menjadi biomethane. Proyek ini menjadi peluang untuk pertumbuhan energi hijau ke depan "Lokasi proyek biomethane berada di Sumatera, biomethane yang setara dengan gas bumi akan diinjeksikan pada jaringan pipa eksisting," kata Rosa.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu sebelumnya menyampaikan peran hilirisasi migas akan menambah nilai ekonomi di industri.

