Jadi Syarat Penjualan iPhone 16, Apple Developer Academy di Bali Resmi Dibuka
TUBAN, invetortrust.id - Apple resmi membuka Apple Developer Academy keempat di Indonesia yang berlokasi di Tuban, Bali. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen Apple untuk memperoleh izin penjualan iPhone 16 di Tanah Air.
Akademi yang bisa menampung lebih 100 pelajar dalam kelas perdananya ini bertujuan membekali mereka dengan keterampilan dalam industri aplikasi iOS.
Baca Juga
Investasi di Indonesia, Apple Tak Bangun Pabrik Secara Mandiri, Mengapa?
Vice President of Worldwide Developer Relations Apple Susan Prescott menegaskan pentingnya akademi ini dalam mendukung pengembang muda. “Pengkodean adalah cara mendapatkan pengakuan di dunia, dan Apple Developer Academy akan membantu Indonesia mewujudkan ide-ide mereka,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (3/3/2025).
Program akademi ini akan berlangsung selama 9 bulan, mencakup pelatihan pengkodean, desain, pemasaran, serta wawasan kecerdasan buatan (AI). Dengan kurikulum komprehensif, Apple berharap dapat menginspirasi pelajar untuk menciptakan aplikasi yang tidak hanya inovatif, tetapi memberikan dampak positif bagi komunitas dan dunia.
Kelas pertama Apple Developer Academy di Bali diisi peserta dari berbagai latar belakang, dengan rentang usia 18 hingga 56 tahun dari 32 kota di Tanah Air. Akademi ini menjadi pertama di Indonesia yang menerima pelajar internasional dari 11 negara lain.
Sejak peluncuran akademi pertama di Jakarta pada 2018, Apple telah membuka dua akademi lainnya di Surabaya dan Batam. Hingga saat ini, lebih 2.500 calon pengembang telah menyelesaikan program ini, dengan 90% lulusannya mendapatkan pekerjaan di berbagai sektor, seperti e-commerce, transportasi, dan pendidikan.
Baca Juga
Akui Langgar Aturan, Apple Tebus Sanksi dengan Tambah Investasi di Indonesia
Langkah Apple membuka akademi di Bali juga sejalan dengan upaya Pemerintah Indonesia meningkatkan investasi asing di sektor teknologi. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa Apple memilih skema pengembangan inovasi untuk memenuhi syarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Lebih lanjut, skema investasi ini akan bernilai US$ 160 juta (sekitar Rp 2,62 triliun) yang dibayar untuk periode 2026-2028. Bersamaan dengan hal itu, Kemenperin memproses sertifikasi TDKN untuk Apple yang rencananya keluar pada Ramadan 2025.
Nantinya seusai mengantongi TDKN, Apple harus mengurus izin edar iPhone dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi). Jika sudah dikantongi, barulah iPhone 16 bisa dipasarkan secara resmi. (C-13)

