KEK Kendal Berhasil Tarik Investasi Rp 141 Triliun, Paling Banyak Investor dari China
JAKARTA, investortrust.id - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal yang juga di dalamnya terdapat Kawasan Industri Kendal (KIK) berhasil mencatatkan nilai investasi sebesar Rp 141 triliun. Capaian itu merupakan total akumulasi sejak kawasan tersebut diresmikan, yakni pada 2016 hingga 2024.
"Nilai investasi yang berhasil ditarik adalah Rp 141 triliun," ucap Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum saat konferensi pers di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2025).
Baca Juga
RI Berpeluang Jadi Tujuan Relokasi Pabrik Asal China, Wamenperin Faisol Minta KEK Batam Bersiap
Juliani menjelaskan, dari total investasi yang berhasil ditarik tersebut, sebanyak Rp 86 triliun sudah terealisasi. Oleh sebab itu, ia menyebutkan angka investasi yang akan masuk akan semakin meningkat seiring dengan makin berkembangnya kawasan industri.
"Angka ini tentunya akan bergeser terus-terus, kenapa? Karena investor sewaktu dia masuk ke Indonesia tentunya mereka perlu proses konstruksi, setelah itu ada juga proses commissioning," terangnya.
Lebih lanjut, Juliani menjelaskan, total perusahaan yang membangun usahanya di KEK Kendal hingga saat ini sebanyak 124 perusahaan. Jumlah tenaga kerja yang berhasil diserap dari kawasan itu adalah terdata sebanyak 61.984 orang.
Dari ratusan perusahaan itu, yang terbanyak berasal dari China, yakni sebesar 39%. Sementara itu, sisanya adalah perusahaan yang berasal dari Hong Kong, Indonesia, Taiwan, Korea Selatan dan Malaysia.
Baca Juga
Perhelatan Internasional Bisa Datangkan Investor Baru ke KEK Mandalika
Sementara itu, industri yang bergerak di KIK yang paling besar adalah industri fashion. Kemudian otomotif, elektronik, furniture hingga packaging dan logistik.
"Tenaga kerja yang berhasil terserap itu berarti dari tenaga kerja langsung dan juga tenaga kerja tidak langsung," imbuh Juliani.

