Hadir di Forum Internasional IES 2025, Anindya Bakrie Nilai Semua Upaya yang Dilakukan Pemerintah Bagus
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menghadiri acara forum internasional Indonesia Economic Summit (IES) 2025 yang diadakan oleh Indonesian Business Council (IBC) di Hotel Shangrila Jakarta, Rabu (19/2/2025).
Dalam gelaran yang bertujuan mendorong kerja sama antara pelaku bisnis nasional dan internasional, kolaborasi erat antara
sektor swasta dan pengambil kebijakan, serta memposisikan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan, Anindya turut menjadi pembicara pada sesi yang bertajuk "Looking Ahead: Investing to Indonesia’s Growth Potential" atau "Menyongsong Masa Depan: Berinvestasi pada Potensi Pertumbuhan Indonesia".
sektor swasta dan pengambil kebijakan, serta memposisikan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan, Anindya turut menjadi pembicara pada sesi yang bertajuk "Looking Ahead: Investing to Indonesia’s Growth Potential" atau "Menyongsong Masa Depan: Berinvestasi pada Potensi Pertumbuhan Indonesia".
Pada kesempatan tersebut, Anindya menyampaikan pandangannya terkait berbagai upaya yang dilakukan pemerintah. Menurut Anindya, semua upaya atau program seperti makan bergizi gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan gratis (PKG), hingga rumah terjangkau yang diupayakan Presiden Prabowo Subianto merupakan hal yang bagus.
"Tapi ada dua yang saya rasa juga tambahannya, itu pengiriman tenaga kerja migran itu potensial, dan kita tidak bicara hanya ke 80% yang sekarang pergi adalah pekerja domestik ya. Ini seperti untuk suster, lalu yang kedua pelayanan hospitality, seperti hotel, restoran, maupun juga yang ketiga, kru daripada ini, boat intervision. Jadi intinya ada 1,2 juta yang backlog, artinya orang sudah meminta dari berbagai macam negara, baik di Asia maupun di Eropa sekarang," jelas Anindya.
Terkait hal itu, Anindya membeberkan bahwa hal tersebut sangat menarik untuk disikapi dan Kadin pun sedang membuat suatu rencana. Menurut Anindya, dengan banyaknya informal economy maka ada kesempatan untuk membela negara di luar. Namun dalam hal ini dengan menjadi bukan tenaga kerja migran, tapi ekspatriat.
"Karena dengan banyaknya informal economy, ini juga kesempatan untuk istilahnya bukan lagi hashtag kabur saja dulu, tapi justru hashtag yuk kita membela negara di luar, dengan menjadi bukan tenaga kerja migran, tapi ekspatriat, rasanya kan lebih keren," ungkap Anindya.
Sebagai tambahan informasi, IES 2025 mengundang pemimpin bisnis, pengambil kebijakan, dan pemikir nasional dan internasional sebagai pembicara pada topik-topik pertumbuhan ekonomi, investasi, energi berkelanjutan, industrialisasi, strategi moneter, dan lain-lain.

