Yakinkan Anggaran MBG Tersedia, Prabowo: Uangnya Ada, Bung!
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto meyakinkan pihak-pihak yang meragukan ketersediaan anggaran untuk program unggulan, makan bergizi gratis (MBG).
“Biasa ada yang nyinyir. ‘Mana bisa kasih makan, uangnya enggak ada’. Uangnya ada bung,” kata Prabowo, saat berpidato di HUT ke-17 Partai Gerindra yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025).
Baca Juga
Prabowo Subianto Klaim Efisiensi Serap US$ 44 Miliar, US$ 24 Miliar ke MBG
Menurut dia, program MBG sudah bisa dirasakan 770.000 anak-anak. Program ini diharapkan dapat menjangkau 1 juta penerima pada akhir Februari 2025. “Sementara akhir Juli 2025 diharapkan sudah sampai 6 juta,” jelas dia.
Dalam kesempatan itu, dia juga berterima kasih kepada Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang telah membentuk Badan Gizi Nasional (BGN). Badan tersebut dibentuk pada akhir masa pemerintahan Jokowi yang selesai pada 20 Oktober 2024.
Prabowo mengatakan Jokowi telah banyak membantu transisi kepemimpinannya. Dengan begitu, Prabowo dapat bekerja sebelum pelantikan. “Sehingga kita sudah kerja sebelum Oktober dan Januari kita sudah gelar (MBG)” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, saat membacakan nota keuangan pengantar RAPBN 2025, Jumat (16/8/2024) Jokowi memaparkan delapan program presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Salah satu program tersebut, yaitu MBG. Program ini masuk sebagai strategi jangka pendek dan menengah untuk mengakselerasi transformasi ekonomi.
Baca Juga
Kadin-DEN Sepakat Dorong Program MBG dan Cek Kesehatan Gratis, Ini Strateginya
Dalam Buku II Nota Keuangan, selain bermanfaat dari sisi ekonomi, MBG diharapkan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pemerintah mengeklaim, MBG dapat menjadi bagian meningkatkan kualitas modal manusia, selain melalui pendidikan bermutu, kesehatan berkualitas, serta perlindungan sosial.
Saat ini anggaran BGN yang mengurusi MBG mencapai Rp 71 triliun. Namun, harus dipangkas 0,2845% alias Rp 200,2 miliar imbas Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025. Meski demikian, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan pihaknya butuh Rp 100 triliun untuk melanjutkan program makan bergizi gratis (MBG). Suntikan dana itu diperlukan agar sasaran penerimanya sesuai dengan target awal, yakni 82,9 juta orang.

