Intensif PPnBM DPT Bantu Industri Otomotif Wujudkan Net Zero Emission
JAKARTA, investortrust.id - Insentif pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DPT) diharapkan dapat mendongkrak penjualan mobil listrik dan hibrida di Indonesia, sekaligus mewujudkan misi net zero emission 2060.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengakui saat ini kebijakan pemerintah terbukti sangat mendukung industri otomotif, terutama dengan insentif yang diberikan. Ia pun optimistis target penjualan mobil listrik di Indonesia bisa tumbuh mencapai 5% pada 2025.
"Jika dibandingkan tahun sebelumnya, ada peningkatan, tetapi masih tergolong rendah. Oleh karena itu, pemerintah memberikan program intensif untuk mempercepat elektrifikasi kendaraan. Salah satunya adalah relaksasi PPnBM DTP sebesar 3%," jelas Yusak kepada investortrust.id di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (14/2/2025).
Baca Juga
Dianggap Telat Luncurkan Mobil Listrik di Indonesia, Begini Respons Honda
"Seharusnya (adanya insentif) penjualan bisa lebih tinggi, mengingat insentif yang diberikan pemerintah semakin banyak. Insentif ini kan tidak hanya untuk kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), tetapi juga kendaraan hibrida," lanjutnya.
Namun demikian, Yusak mengakui saat ini kontribusi penjualan kendaraan listrik dan hibrida Honda memang baru sekitar 5% dari total penjualan 2024. Hal ini terjadi karena Honda belum melakukan ekspansi produk secara lokal.
Sementara itu, pemerintah menargetkan 450.000 unit kendaraan BEV pada 2025. Meski tantangannya cukup besar, Yusak menyambut positif rencana tersebut sembari mendorong pelaku industri untuk membuat program dan inovasi menarik.
"Tentu target ini sangat ambisius. Banyak hal yang perlu diperbaiki, mulai infrastruktur hingga edukasi konsumen. Namun, insentif pajak, seperti PPnBM DPT dapat jadi langkah awal yang baik untuk transisi energi di sektor otomotif," jelasnya.
Diketahui, selain intensif pajak, pemerintah juga mendorong ekosistem kendaraan listrik dengan berbagai kebijakan, seperti pembangunan stasiun pengisian daya, kemudahan kepemilikan, hingga program subsidi kendaraan listrik. Sejalan rencana tersebut, Honda menargetkan pada 2040 sudah net zero emission dan 2050 aktivitas perusahaan juga mencapai net zero emission.
Baca Juga
Pemerintah Kaji Kembangkan Maung Pindad Jadi Mobil Listrik Nasional
"Kami melakukan transisi secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan setiap pasar. Survei terhadap konsumen terus kami lakukan agar strategi elektrifikasi kami tetap sasaran," tutup Yusak.
Data penjualan mobil listrik di Indonesia dalam 5 tahun terakhir, yakni 2020 sebanyak 125 unit (0,02% dari total wholesales 532.027 unit), 2021 sebanyak 687 unit (0,07% dari total wholesales 887.202 unit), 2022 sebanyak 10.327 unit (0,98% dari total wholesales 1.048.040 unit, 2023 sebanyak 17.051 unit (1,69% dari total wholesales 1.005.802 unit), dan 2024 sebanyak 43.188 unit (4,98% dari total wholesales 865.723 unit) (C-13)

