Ketum Kadin Sebut Adaptifnya Tenaga Kerja pada Teknologi Bisa Ikut Pertahankan Kinerja Manufaktur
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya N Bakrie menyoroti tantangan industri manufaktur Tanah Air di era Kepresidenan Prabowo Subianto.
Dia menekankan, industri manufaktur dapat bertahan bila tenaga kerja (labor) terus resilien terhadap perkembangan teknologi yang sangat pesat hari ini.
''Saya rasa manufaktur ini sekarang tantangannya, bagaimana tenaga kerja itu bisa bertahan sebanyak mungkin. Karena teknologi juga sudah mulai berubah,'' kata Anin di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2025).
Ia juga menerangkan, dunia industri juga perlu menghasilkan produk yang mampu berdaya saing, baik pasar dalam negeri hingga internasional.
''Apapun industrialisasi yang dilakukan, itu harus memikirkan pasarnya itu di mana. Saya rasa itu yang perlu dicatat, bagaimana untuk fokus kepada bidang kita yang ujungnya produk (dalam negeri) bisa ada nilai tambah, dijual, syukur-syukur bisa ekspor,'' ucap Anindya.
Anindya pun mencontohkan, pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan yang telah menyepakati sederet perjanjian kerja sama mulai dari sektor pertanian/perkebunan, pertahanan negara, hingga kesehatan.
''Turkiye itu membutuhkan misalnya palm oil (minyak sawit), dan membutuhkan juga banyak produk-produk dari kita. Sebaliknya, kita juga membutuhkan peralatan defense (teknologi) untuk pertahanan maupun juga tanaman obat-obatan,'' tutur dia.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan menyaksikan penandatanganan 13 perjanjian kerja sama bilateral Indonesia-Turki di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (12/2/2025). Penandatanganan 13 perjanjian itu dilakukan setelah pertemuan bilateral kedua pemimpin.
Perjanjian kerja sama ini menyangkut bidang perdagangan, energi, investasi, agama, pendidikan, kesehatan, pertahanan, pertanian, hingga penyiaran. Perjanjian kerja sama ditandatangani menteri terkait kedua negara.
Berikut daftar perjanjian kerja sama RI-Turkiye yang disaksikan Prabowo dan Erdoğan:
1. Memorandum saling pengertian antara Kementerian Agama dan Kepala Bidang Urusan Agama Republik Turki tentang kerja sama di bidang layanan keagamaan dan pendidikan keagamaan.
2. Memorandum kerja sama antara Kementerian ESDM dan Kementerian ESDM Turki di bidang energi dan sumber daya mineral
3. Memorandum salling pengertian tentang kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI dan Dewan Pendidikan Tinggi Republik Turki
4. Perjanjian antara Pemerintah RI dan Pemerintah Republik Turki pada kerja sama bidang kesehatan dan ilmu kedokteran
5. Memorandum saling pengertian tentang kerja sama strategis di bidang industri pertahanan antara Kementerian Pertahanan RI dan Sekretariat Industri Pertahanan Kepresidenan Republik Turki
6. Memorandum saling pengertian antara Kementerian Perdagangan RI dan Kementerian Perdagangan Republik Turki tentang peningkatan kerja sama di bidang perdagangan
7. Memorandum saling pengertian antara Pemerintah RI dan Pemerintah Republik Turki tentang kerja sama di bidang pertanian
8. Surat pernyataan kehendak antara Pemerintah RI dan Pemerintah Republik Turki tentang promosi dan fasilitas investasi
9. Memorandum saling pengertian antara Kementerian Perindustrian RI dan Kementerian Industri dan Teknologi Republik Turki tentang pembentukan komite bersama untuk kerja sama industri.
10. Perjanjian joint venture antara Republikorp dan Baykar untuk pembuatan pabrik drone di Indonesia
11. Protokol kerja sama antara Turkish Radio Television Corporation (TRT) dan Lembaga Penyiaran Publik Televisi RI (LPP TVRI) di bidang televisi
12. Nota kesepahaman antara Turkish Radio Television Corporation (TRT) dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) di bidang keradioan
13. Perjanjian kerja sama antara Anadolu Ajansi (AA) dan Kantor Berita Antara Indonesia.

