Ketum Kadin: Hubungan Indonesia dan Turkiye Cerminkan Ikatan Budaya dan Sejarah yang Kuat
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menghadiri acara Indonesia - Turkiye Business Forum: 75 Years Partnerships For The People and The New World di The Ritz-Carlton Jakarta, Rabu (12/2/2025).
Dalam sambutannya, Anindya mengungkapkan bahwa acara yang digelar bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Turkiye ini mencerminkan ikatan budaya dan sejarah yang mengakar kuat yang mengikat kedua negara.
"Tonggak sejarah ini mencerminkan ikatan budaya dan sejarah yang mengakar kuat yang mengikat kita," ujar Anindya.
Anindya menjelaskan, hubungan antara Indonesia dan Turkiye sudah terjalin sejak abad ke-16, saat Kesultanan Aceh meminta bantuan Kekaisaran Ottoman untuk melawan agresi Portugis di Malaka. Menurut Anindya, interaksi awal ini menjadi dasar hubungan yang dibangun atas rasa saling menghormati dan nilai-nilai bersama.
"Di masa sulit, kami saling mendukung. Ketika tsunami menghancurkan Aceh pada tahun 2004, Turki mengulurkan tangan membantu Indonesia. Yang Mulia Presiden Erdogan, yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri, mengunjungi Indonesia pada tahun 2005, memimpin upaya untuk membantu membangun kembali kota dan masyarakat yang terkena dampak peristiwa tragis tersebut. Begitu pula ketika gempa bumi dahsyat melanda Turki pada tahun 2023, Indonesia segera memberikan respons," jelas Anindya.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie berfoto bersama Nail OLPAK, President dari DIEK (The Foreign Economic Relations Board of Turkiye) di sela pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan di Jakarta, Rabu, (12/2/2025). Foto: Dok. Kadin Indonesia
Lebih lanjut, Anindya menyebut, dengan bantuan kemanusiaan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan, aksi ini menunjukkan solidaritas dan komitmen antara kedua negara yang teguh untuk saling mendukung pada saat dibutuhkan.
"Persahabatan antara kedua pemimpin dapat kita lihat dengan sangat jelas saat ini, di antara saat-saat lainnya. Mereka mengadakan pertemuan yang baik," kata Anindya.
"Ikatan antara pemimpin kita sangat kuat dan kokoh. Kita telah melihatnya. Yang menarik adalah bahwa kedua pemimpin memiliki cinta yang besar dan mendalam kepada rakyatnya," tambah Anindya.