OIKN Pastikan Rumah Menteri Ditambah Seiring Jumlah Kementerian/Lembaga
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Danis H Sumadilaga memastikan, pihaknya akan menambah rumah tapak jabatan menteri (RTJM) di IKN, Kalimantan Timur (Kaltim) seiring bertambahnya ekosistem legislatif-yudikatif.
''Iya harus dong, hunian itu harus (dikerjakan). Pokoknya kalau harus ditambah, akan kita tambah (RTJM),'' ucap Danis seusai rapat bersama Komisi II DPR di gedung parlemen, Jakarta, Rabu (12/2/2025).
Meski demikian, OIKN masih mengkaji pembangunan RTJM yang baru sekitar 12 unit guna menyesuaikan jumlah menteri Kabinet Merah Putih. ''Belum, lagi kita pelajari. Sedang kita hitung,'' kata Danis.
Baca Juga
Pak Bas Respons soal Pengunduran Diri Pejabat OIKN ke Universitas Indonesia
Seperti diketahui, pembangunan rumah menteri di IKN memakan biaya sebesar Rp 14 miliar per unit. Bangunan rumah sebesar 736 meter persegi (m2) ini berdiri di atas lahan seluas 1.200-1.500 m2.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono sebelumnya memastikan bahwa RTJM di IKN akan ditambah 12 unit menyesuaikan jumlah menteri Kabinet Merah Putih 2024-2029.
''Tentunya dengan kementerian tambah 48, (RTJM) yang siap 36 (unit), sesuai jumlah kementerian Kabinet Indonesia Maju. Kalau (Kabinet) Merah Putih nanti jadi 48, nanti rumahnya pasti juga harus kita tambahkan,'' kata Pak Bas, sapaan akrab Basuki, beberapa waktu lalu.
Namun, ia enggan memerinci anggaran yang disiapkan untuk pembangunan 12 unit RTJM yang baru tersebut karena masih digodok Kementerian PPN/Bappenas. ''Makanya kami (OIKN) ke sini (kantor Kementerian PPN/Bappenas) untuk membuat keputusan itu,'' ucap Basuki.
Baca Juga
Anggaran OIKN Terpangkas Rp 1,15 Triliun Imbas Inpres Efisiensi, Nilainya Tinggal Segini
Sebelumnya, Danis memaparkan, progres fisik pembangunan per pekan terakhir Desember 2024 telah mencapai 70,13%. "Pembangunan tahap I status minggu terakhir Desember 2024 menggunakan APBN PUPR (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat), antara lain batch I mencapai 97,2%, batch II (81,1%), dan batch III (32,1%). Sedangkan, non-APBN PUPR sebesar 92% terdiri dari 16 paket pekerjaan konstruksi," kata Danis beberapa waktu lalu.
Sedangkan, rumah susun (rusun) ASN di IKN per Desember 2024 telah memasuki tahap finishing. ''Progres hunian ASN secara menyeluruh sudah masuk ke penyelesaian arsitektural,'' tambah Danis.
Berikut perincian progres pembangunan proyek di IKN:
1. Hunian ASN 1: 91,3%
2. Hunian ASN 2: 85,3%
3. Hunian ASN 3: 85,1%
4. Hunian ASN 4: 87,8%
5. Hunian Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri: 94,5%
6. Hunian Paspampres: 90,1%
7. Rumah tapak jabatan menteri (RTJM): 99,9%
8. Jalan Tol Seksi 3A-1: 93,4%
9. Jalan Tol Seksi 3A-2: 53,4%
10. Jalan Tol Seksi 3B-1: 100%
11. Jalan Tol Seksi 3B-2: 52,8%
12. Jalan Tol Seksi 5A: 99,2%

