Ketum Kadin Anindya Sebut Potensi Kerja Sama Perdagangan RI-Uzbekistan Bisa Capai US$ 500 Juta
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Anindya Novyan Bakrie mendukung peningkatan kerja sama perdagangan antara Indonesia dengan Uzbekistan. Pasalnya, ia menyebut potensi perdagangan kedua negara tersebut dapat mencapai US$ 500 juta.
Potensi nilai perdagangan tersebut diyakini Anindya dapat tercapai setelah adanya pertemuan bilateral antar dua negara, yakni Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dengan Menteri Luar Negeri Uzbekistan Bakhtiyor Saidov.
"Dalam waktu yang tidak lama lagi, paling tidak bisa US$ 500 million (juta), bahkan bisa jauh lebih besar daripada itu," ucap Anindya saat ditemui usai acara Indonesia - Uzbekistan Business Forum di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Baca Juga
Anindya menjelaskan, nilai kerja sama perdagangan antara Indonesia dengan Uzbekistan hingga saat ini masih di angka US$ 100 juta. Sementara itu, hingga pada tahun 2023, ekspor Indonesia ke Uzbekistan bernilai sekitar US$ 16 juta.
Oleh sebab itu, dengan pertemuan delegasi yang digelar hari ini, Anindya mendorong adanya sejumlah sektor perdagangan atau bisnis baru yang bisa digarap oleh dua negara tersebut.
"Sektor-sektor utama yang dikerjasamakan meliputi pertanian dan pengolahan makanan, memanfaatkan keahlian Indonesia di bidang kelapa sawit, rempah-rempah, dan perikanan, dengan kekuatan Uzbekistan di bidang kapas dan gandum," terangnya.
Selain itu, Anindya juga mengungkapkan sektor industri tekstil dan pakaian jadi dapat memperluas ekspor Uzbekistan ke industri manufaktur tekstil Indonesia. Kemudian juga bagian sektor farmasi serta juga teknologi.
"Teknologi dan ekonomi digital, menjajaki peluang di bidang e-commerce, fintech, dan pengembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan," tambah Anindya.

