Erick Thohir Siapkan Lahan dari 3 Perusahaan BUMN untuk Rumah MBR
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, pihaknya akan menyiapkan lahan dari tiga perusahaan pelat merah untuk dibangun perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ketiga perusahaan itu adalah PT Perkebunan Nusantara (PTPN), PT Sang Hyang Seri (Persero) member of ID FOOD, dan PT Inhutani I (anak usaha Perhutani).
“Jadi kita sedang mapping ulang di PTPN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID FOOD), semuanya. Semua lahan pasti dikerjasamakan, apakah yang Sang Hyang Seri, PTPN, nanti kita konsolidasikan di satu project management officer (PMO), jadi enggak terpecah-pecah lagi,” kata Erick saat konferensi pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2025).
Baca Juga
Pemerintah Bakal Bangun 123.000 Rumah MBR di Jabodetabek, Cek Lokasinya
Sementara Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Ari Tri Priyono menyambut baik bantuan pemerintah atas penyediaan lahan untuk membangun perumahan bagi rakyat.
“Tadi yang sudah (dipetakan) Perumnas (Perumahan Nasional) dan KAI. Selanjutnya mungkin BUMN lainnya, seperti PTPN, Inhutani atau Perhutani, dan Sang Hyang Seri. Beliau berdua (Erick Thohir dan Maruarar Sirait) telah menyepakati bahwa itu semua boleh dikerjasamakan dengan swasta. Jadi dalam benak kita semua, tentu lahan tidak perlu beli lagi. Tinggal kita modalin, kembangkan, dibangun untuk menjadi perumahan,” ucap dia.
Kementerian BUMN bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) telah menyiapkan lahan seluas 792 hektare (ha) di wilayah Jabodetabek untuk pembangunan sebanyak 123.000 unit rumah MBR.
Sementara itu, Maruarar Sirait mengatakan, ratusan ribu unit rumah MBR tersebut berada di lima titik yang akan dikembangkan Perumnas bersama dengan pihak swasta.
“Kami sudah melihat ada lima lokasi strategis yang dimiliki BUMN di Jakarta dan sekitarnya. Lokasinya bagus-bagus, besar-besar, dan idle. Nanti akan disurvei para pengusaha, mana yang bisa buat komersial, rumah subsidi, ke atas (high-rise building), dan rumah landed (tapak),” ucap Ara, sapaan akrab Maruarar.
Sementara itu, Direktur Utama Perumnas Budi Saddewa Soediro mengungkapkan, lahan seluas 792 hektare tersebut akan dikembangkan di Pulogebang Jakarta Timur hingga Kecamatan Jonggol di Kabupaten Bogor.
Baca Juga
Menteri Ara Ungkap PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) 'Groundbreaking' Rumah MBR Maret 2025
“Pertama yang akan dikembangkan ada di Blok K Pulogebang. Kemudian, Stasiun Cicayur dan Jurangmangu. Kemudian, revitalisasi Rusun Klender, dan satu lagi untuk rumah tapak di daerah Jonggol,” paparnya.
Pengembangan perumahan MBR di Stasiun Cicayur dan Jurangmangu akan menggunakan konsep kawasan intermoda alias transit-oriented development (TOD).
“Sebagian besar dari lahan seluas 729 hektare itu milik Perumnas dan ada beberapa lokasi yang dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Milik KAI ini, semuanya ada di stasiun yang akan dikembangkan menjadi konsep transit-oriented development,” jelas Budi Saddewa.

