One Global Capital Bergerak Ekspansif saat Industri Properti Dunia Alami Perlambatan,
JAKARTA, Investortrust.id - Ekonomi global pada tahun 2025 diprediksi akan mengalami perlambatan, menyusul sejumlah kebijakan moneter ketat oleh banyak negara, ditambah dengan konflik regional, dan proteksionisme.
Iwan Sunito, CEO dan Founder One Global Capital menyampaikan, kondisi ekonomi global ini tak ayal ikut memengaruhi industri properti dunia, termasuk di Australia tempat Iwan mengembangkan bisnisnya. Kenaikan biaya konstruksi yang cukup drastis, membuat banyak proyek apartemen yang dikembangkan di luar prime location dibatalkan, sementara pelemahan pasar perkantoran dan industri terjadi di seluruh dunia.
Mengutip riset Savills, pasar perkantoran Hongkong dan China turun hingga 35%, Sedangkan tingkat kekosongan perkantoran di Indonesia yang mencapai 25%, sepadan dengan pasar perkantoran New York, Los Angeles, Jepang, Vietnam, dan Hong Kong.
“Bahkan, Savills menyebut pasar perkantoran Hong Kong menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan tingkat kekosongan yang mencapai rekor tertinggi dan penurunan sewa sebesar 40% sejak 2019,” kata Iwan Sunito dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Rabu (5/2/2025).
Hal serupa pun terjadi di Australia. Data dari CoreLogic dan PropTrack—yang menggunakan dua metodologi berbeda—menunjukkan, pada Desember 2024, nilai properti hunian di Australia mengalami penurunan bulanan pertama dalam dua tahun terakhir.
Dikatakan Iwan industri properti di Australia saat ini sedang mengalami kontraksi yang sangat berpengaruh pada kondisi pasar. Hal ini terlihat dari terjadinya pelemahan auction rate di Australia pada awal tahun 2025. Tingkat penjualan lelang atau auction rate Australia di tahun 2025, diprediksi berada di kisaran menengah, yang sebagian besar pakar memperkirakan terjadi sedikit pelunakan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Auction Rate berpotensi berada di angka rata-rata 55% - 65% secara nasional. Namun, angka ini dapat bervariasi secara signifikan, tergantung pada lokasi spesifik dan kondisi pasar di Australia.
Sebagai informasi, tingkat penjualan lelang (auction rate) menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap pasar. Angka auction rate menggambarkan seberapa besar keinginan konsumen untuk mengajukan penawaran dan/atau bersaing mendapatkan properti.
Sebagai gambaran, auction rate 70% ke atas adalah pasar penjual (seller’s market), 60% - 70% menunjukkan pasar normal, sementara 60% ke bawah merupakan pasar pembeli (buyer’s market).
Baca Juga
Hotel Milik Diaspora Indonesia di Australia Cetak Rekor Okupansi
“Meningkatnya biaya konstruksi hingga 30% dalam 5 tahun terakhir, kenaikan suku bunga hingga 3 kali, melunaknya pasar pembeli, serta menurunnya jumlah imigran dari China turut mempengaruhi kondisi saat ini,” jelas Iwan Sunito.
Hal yang menarik, One Global Capital terus mengalami akselerasi atas Branded Resort and Residences nya. “Ini menegaskan bahwa meskipun pasar residential mengalami perlambatan, namun di sisi lain pasar dengan konsep resorts and residences atau mixed-use mengalami penguatan,” terangnya.
Branded Residences adalah properti mewah yang dikaitkan dengan merek-merek bergengsi. Biasanya pihak pengembang bermitra dengan grup perhotelan terkemuka, desainer, atau perusahaan gaya hidup mewah. Hunian ini menawarkan kepemilikan properti pribadi dengan layanan dan fasilitas yang biasanya hanya bisa ditemukan di hotel bintang lima.
“Pembangunan One Global Capital Resorts and Residences tidak hanya akan menyediakan rumah tetapi juga akses ke layanan dan fasilitas eksklusif. Penghuni dapat menikmati fasilitas kelas satu seperti restoran, bar, layanan tata graha (housekeeping), pramutamu, perawatan hewan peliharaan, kolam renang, pusat kebugaran, spa, dan banyak lagi,” papar Iwan.
Peluang Investasi di Sektor Perhotelan
Menyikapi kondisi ekonomi dan pasar properti di Australia saat ini, Iwan Sunito tetap optimistis. Dia bahkan mengajak para investor harus selalu jeli dalam melihat peluang dari setiap tantangan yang muncul.
Dia menjelaskan, bagi investor yang terbiasa menanamkan modal di sektor hunian di Australia, hal ini mungkin merupakan kabar buruk. Namun bisa juga membuka peluang baru bagi mereka untuk mengucurkan dana di sektor properti lain yang lebih menguntungkan.“Saat ini, saya melihat sektor perhotelan menjadi alternatif investasi yang seksi sekaligus menjadi sebuah solusi,” paparnya.
Pendapat Iwan Sunito bukan tanpa dasar. Menurut laporan yang dirilis Statista.com, pasar perhotelan Australia diperkirakan akan mengalami tren peningkatan, dengan proyeksi pendapatan sebesar USD7,34 miliar pada tahun 2025.
Volume pasar perhotelan diperkirakan meningkat menjadi USD8,58 miliar di tahun 2029, di mana tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) pada 2025 – 2029, diprediksi mencapai 3,98%, sedangkan jumlah pengguna bakal menyentuh angka 15,69 juta di tahun 2029.
Untuk pengembangan hotel, One Global Capital hanya fokus di lokasi-lokasi utama, seperti Chatswood dan kawasan CBD Sydney, yang memiliki potensi pemasukan solid. Lebih lanjut, Iwan Sunito mengungkapkan, Hotel One Global Resorts Green Square, berhasil mencatatkan kinerja yang sangat baik dalam tiga bulan terakhir.
Menukil data STR Global, peningkatan RevPAR One Global Resorts Green Square mencapai 17,5%, sedangkan tingkat keterisian kamar meningkat 13,1% menjadi 98,3%. Di rentang waktu yang sama, ADR mencapai AUD315 atau naik 3,9%, sedangkan RGI sebesar 143,7 dengan kenaikan 7,8%.
RevPAR (Revenue per Available Room) merupakan metrik kinerja dalam industri perhotelan untuk mengukur pendapatan hotel. Sementara ADR (Average Daily Rate) merupakan metrik dalam industri perhotelan yang menunjukkan tarif harian rata-rata per kamar yang ditempati.
Menurut Iwan Sunito, skor kepuasan tamu mengangkat posisi One Global Resorts Green Square yang saat ini masuk dalam jajaran Top 20 dari 194 hotel di Sydney versi Tripadvisor.
One Global Resorts Green Square berada di Infinity Square Building, Zetland, sebuah bangunan ikonik yang menentang desain konvensional dengan tata letak bentuk melingkar yang canggih dan telah memenangi banyak penghargaan, salah satunya dari Property Council of Australia sebagai salah satu Proyek Terbaik Dunia pada tahun 2017.
Iwan Sunito bertekad untuk membawa merek One Global Resorts ke level berikutnya, bahkan saat ini pihaknya telah meningkatkan pengalaman menginap para tamu sebanding dengan hotel internasional mewah.

