Airlangga Bahas Kerja Sama Pembangkit Listrik hingga Data Center dengan Menteri UEA
JAKARTA, investortrust.id- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed Al Mazrouei guna membahas penguatan kerja sama di sektor energi, termasuk pembangkit listrik.
Suhail menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara mitra strategis bagi Uni Emirat Arab. Dengan kesepakatan kerja sama ekonomi dalam kerangka Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA), terdapat banyak sektor yang dapat dikerjasamakan kedua negara, salah satunya pengembangan sektor energi.
Baca Juga
Ia mengusulkan, kedua negara memiliki program unggulan (champion) sektor energi, seperti pengembangan pembangkit listrik dengan kapasitas besar hingga 100 GW dan pembangunan pusat data (data center). “Kita memerlukan task force untuk memastikan kerja sama sektor energi kedua negara dapat terimplementasi," ungkap Menteri Suhail dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/2/2025) dilansir Antara.
Menanggapi hal tersebut, Menko Airlangga menyampaikan persetujuannya agar implementasi persetujuan I-UAE CEPA dipercepat. “Kita harus mulai mengeksplorasi sektor-sektor strategis, salah satunya Andaman Sea Project dan pembangunan data center di Batam atau Bintan,” ujar Airlangga.
Menurutnya, energi merupakan sektor yang menjadi perhatian antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Sebelumnya, terdapat kerja sama antar-kedua negara, yaitu pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Cirata, Jawa Barat. Pengembangan PLTS tersebut merupakan kerja sama PLN dan Masdar, perusahaan EUA di bidang energi bersih. Saat ini energi sebesar 145MWp telah dihasilkan oleh PLTS Cirata.
Baca Juga
Wujud Transformasi Energi, PLTGU Terbesar di ASEAN Ini Diresmikan pada 100 Hari Pemerintahan Prabowo
Menteri Suhail menjelaskan, pihaknya tengah menyusun proposal kerja sama komprehensif pengembangan hilirisasi bauksit dan gas. Pengembangan tersebut penting bagi industri, terutama alumunium dan pembangunan pembangkit listrik berkapasitas besar.

