Indonesia-India Akan Bahas Ganjalan Hubungan Perdagangan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembicaraan bilateral Indonesia dengan India berjalan dengan baik. Meski demikian, masih ada ganjalan, antara lain sikap protektif India terhadap industri domestiknya.
“Karena memang ada hal yang mengganjal antara perdagangan Indonesia dengan India,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis (30/1/2025).
Airlangga mengatakan telah bertemu dengan Menteri Perdagangan dan Industri India, Piyush Goyal mengenai perjanjian perdagangan Indonesia dan India. Salah satu hal yang mengganjal dalam pembicaraan adalah langkah pemerintah India melindungi industri dalam negerinya.
Proteksi terhadap industri domestik ini, menurut Airlangga, menyebabkan banyak produk Indonesia dikenakan bea masuk. Bahkan, ada beberapa komoditas asal Indonesia yang dikenakan kuota oleh pemerintah India.
“Mereka minta agar defisit neraca perdagangannya bisa dipersempit. Tentu, kita akan bicarakan lagi secara teknis,” ujar dia.
Baca Juga
Menanti Realisasi Komitmen Dua Raksasa Ekonomi India-Indonesia
Penyesuaian neraca perdagangan ini muncul karena Indonesia masih surplus dengan India. Data Badan Pusat Statistik (BPS) perdagangan Indonesia dengan India secara kumulatif pada 2024 mengalami surplus US$ 15,39 miliar. Angka ini naik dari catatan perdagangan Indonesia dengan India pada 2023 yang sebesar US$ 14,51 miliar. “Dia berarti minta kita impor lebih banyak dari India,” ujar dia.
Meski demikian, Airlangga mengatakan masih akan memetakan sektor apa saja bisa masuk ke Tanah Air. Berdasarkan pengalamannya, Indonesia pernah mengimpor beberapa komoditas dari sektor pangan. Selain itu, pemerintah juga bisa membuka keran impor produk dari sektor farmasi.
“Tentu berharap farmasi. Itu yang bisa menurunkan biaya kesehatan di Indonesia. Tentu obat-obat yang non generik, mereka punya kemampuan yang cukup kuat,” kata dia.
Baca Juga
Kadin Targetkan Nilai Perdagangan RI-India Tembus US$ 120 Miliar, Surplus untuk Indonesia

