Menko AHY: Investor dari Asia, Eropa, Amerika, dan Timur Tengah Berminat Bangun Infrastruktur di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan, sejumlah investor dari Asia, Eropa, Amerika, dan Timur Tengah telah menyatakan minatnya untuk membangun infrastruktur di Indonesia.
“Jadi, negara-negara sahabat kita di Asia, Eropa, Amerika, dan Timur Tengah sudah menunjukkan keinginan dan niat baiknya untuk berinvestasi di Indonesia dan menjadi bagian pembangunan infrastruktur kita,” kata AHY saat ditemui di Universitas Pertahanan RI, Kabupaten Bogor, Jumat (24/1/2025).
Untuk itu, menurut AHY, pemerintah harus memastikan hubungan bilateral tetap terjalin dengan negara-negara asal investor tersebut. “Artinya, ini menjadi modal awal kita. Tidak bisa kita menghadirkan investasi tanpa ada rasa percaya dan keyakinan,” ujar dia.
Untuk memelihara kepercayaan investor asing, kata AHY, pemerintah harus menjamin kepastian hukum di bidang infrastruktur, baik yang menyangkut regulasi hak atas tanah, maupun yang berhubungan dengan perizinan.
Baca Juga
AHY Sebut Prabowo Ingin Evaluasi PSN, Termasuk di Kawasan PIK 2
“Kita harus mempermudah dan mempercepat proses investasi. Saya rasa, itu yang diharapkan oleh para investor,” tegas AHY.
AHY sebelumnya mengungkapkan, investor Prancis berminat membangun industri suku cadang pesawat dan mengembangkan kawasan integrasi antarmoda atau transit oriented development (TOD) di Jabodetabek, Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita), serta Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo (Mebidangro).
Minat itu disampaikan langsung Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone saat bertemu AHY di Kantor Kemenko IPK.
AHY menjelaskan, pemerintah juga sedang menjajaki kerja sama peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi dengan Prancis melalui program pelatihan dan pendidikan, seperti magang untuk dosen dan taruna.
“Kami ingin ada program double degree dengan universitas di Prancis. Program ini diharapkan mampu menghasilkan tenaga ahli dalam bidang pelayaran, keamanan pelabuhan, teknologi siber, dan manajemen risiko,” tutur AHY.
Inggris dan Australia
Di sisi lain, menurut AHY, pihaknya meluncurkan platform Melaju dengan pemerintahan Inggris guna mengembangkan infrastruktur inovatif dan berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami ingin memastikan konektivitas yang merata dari Aceh hingga Papua. Infrastruktur yang baik di wilayah timur, seperti Papua dan Maluku, adalah kunci meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam semangat ini, kita terus mencari peluang pendanaan karena pembangunan infrastruktur tidak murah,” papar dia.
Baca Juga
Sebut SHGB Pagar Laut di Tangerang Sudah Ada Sejak 2023, AHY: Sedang Diinvestigasi
AHY menambahkan,pemerintah juga menggandeng Australia melalui berbagai program Official Development Assistance (ODA) yang diproyeksikan mencapai AUD 353,7 juta atau Rp 3,59 triliun (asumsi kurs Rp 10.168 per AUD) guna menggenjot proyek infrastruktur nasional pada 2024-2025.
Selain itu, menurut AHY, pemerintah terus mengembangkan kerja sama di bidang infrastruktur dengan Jepang. Jepang merupakan investor asing terbesar ke-4 di Indonesia pada 2023 dengan total investasi US$ 4,63 miliar atau Rp 74,86 triliun. Jepang berinvestasi di berbagai sektor, seperti otomotif dan transportasi, manufaktur, elektronik, utilitas, serta real estat.
Dia mengungkapkan, proyek kerja sama pembangunan infrastruktur dengan Jepang di antaranya proyek mass rapid transit (MRT) Jakarta, pembangunan Pelabuhan Patimban, proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan energi terbarukan, serta proyek pengembangan infrastruktur kota pintar (smart city) di Ibu Kota Nusantara (IKN).

