Usai Dilantik, Dirjen Migas Sebut Target Lifting Minyak 1 Juta Barel Tak Realistis
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Achmad Muchtasyar usai dilantik, Kamis (16/1/2025), menilai bahwa target lifting minyak 1 juta barrel oil per day (BOPD) tahun 2030 tak realistis.
Mengisi posisi sebagai Dirjen Migas, Achmad mengaku enggan menjanjikan hal yang tidak realistis. Meski begitu, dia berjanji bakal mengusahakan yang terbaik untuk meningkatkan lifting minyak nasional.
“Yang pasti kita harus memasang target realistis. Tapi, tetap maksimal. Kalau 1 juta (BOPD) tidak realistis, ya tidak realistis. Tetapi bagaimana yang realistisnya seperti apa? Yang realistis harus dioptimalkan,” kata Achmad Muchtasyar di kantor Kementerian ESDM, Kamis (16/1/2025).
Baca Juga
Berdasarkan data Kementerian ESDM, lifting minyak nasional tahun 2024 tak lebih dari 600.000 BOPD. Padahal, target yang tertuang dalam APBN 2024 adalah 635.000 BOPD. Oleh karena itu, Achmad bertekad untuk benar-benar mencapai angka yang maksimal dan realistis dalam lifting minyak ini.
“Jangan sudah realistis segini, kita kurang-kurangin. Bahkan, kalau bisa melampaui dari yang realistis itu, yang syukur-syukur, impian 1 juta BOPD bisa terwujud. Tetapi, kita harus yang realistis,” sebut Achmad.
Dia tidak memungkiri bahwa peningkatan lifting minyak nasional adalah hal yang penting. Apalagi, program ini masuk dalam Asta Cita Presiden Presiden Prabowo Subianto adalah menciptakan kedaulatan energi.
Baca Juga
Bahlil Bangga Lifting Minyak RI Meningkat 2 Bulan Terakhir, Pede Capai Target di 2025
“Kita untuk mendukung Asta Citanya Bapak Prabowo, di mana kedaulatan energi, salah satunya dari lifting. Kemudian yang kedua mungkin dari bagaimana kita mem-blend dengan biosolar, biodiesel,” ucap pria yang akrab disapa Pak Ucan tersebut.
Menurut Achmad, hal yang juga tidak kalah penting juga untuk mewujudkan kedaulatan energi itu adalah dengan mengembangkan sumur idlewell, melakukan efisiensi supaya prosesnya cepat, dan mengevaluasi kembali agar plan of development (POD) yang sudah selesai bisa dikembangkan.
“Itu menjadi tumpuan, detail daripada bagaimana kita mendukung Asta Cita itu untuk kemandirian energi,” terang dia.

