Menteri PU Bidik Jaringan Irigasi Bendungan Pidekso Rampung 2026, Alirkan Air ke 1.295 Ha Lahan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menargetkan, pembangunan jaringan irigasi Bendungan Pidekso akan selesai di tahun 2026 mendatang.
Ia menyebut, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Direktorat Jenderal Sumber Daya Air pada tahun 2024 sudah mengerjakan jaringan irigasi premium, yakni irigasi yang mendapatkan suplai air dari Bendungan Pidekso sepanjang 6 km.
''Pada tahun 2025 ini akan kita kerjakan seluruhnya dari ujung ke ujung, sehingga ada sekitar 1.295 hektare lahan irigasi fungsional dapat suplai air dari Bendungan, target kami akhir tahun ini atau paling lambat 2026 sudah selesai," kata Menteri Dody dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, dikutip Jumat (3/1/2025).
Sebagai informasi, Bendungan Pidekso senilai Rp 772 miliar di Kabupaten Wonogiri ini telah diresmikan Presiden ke-7 Joko Widodo pada 28 Desember 2021 lalu. Pembangunan Bendungan Pidekso diikuti dengan pembangunan jaringan irigasinya guna mendukung program swasembada pangan yang menjadi bagian dari Astacita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Adanya suplai air yang kontinu dari Bendungan Pidekso, lanjut Dody, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun bisa bertambah menjadi 2 atau 3 kali tanam.
"Jadi sekarang bendungan-bendungan yang desainnya untuk irigasi kita cek semua dari Aceh sampai Papua agar fungsinya terlaksana. Pada akhirnya, bagaimana infrastruktur yang kita bangun ini dapat mensejahterakan petani," kata dia.
Bendungan Pidekso memiliki kapasitas volume tampung 25 juta m3 dan luas genangan 232 hektare (ha) dapat mengairi lahan pertanian seluas 1.493 ha terdiri dari lahan fungsional 1.295 ha di Giriwoyo dan Baturetno Kabupaten Wonogiri serta lahan potensial yang sebelumnya sawah tadah hujan seluas 198 ha.
''Bendungan multifungsi ini juga memberikan manfaat untuk memenuhi kebutuhan air baku warga Wonogiri dengan kapasitas 300 liter/detik dan memiliki potensi sebagai destinasi wisata baru,'' ujar Dody.
Selain itu, menurut Dody, Bendungan Pidekso juga mereduksi debit banjir sekitar 11% di wilayah hilir karena bendungan ini berada di hulu Sungai Bengawan Solo, serta merupakan satu kesatuan pengelolaan sungai yang terhubung ke Waduk Serba Guna Kabupaten Wonogiri atau dikenal dengan sebutan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.

