AWS Perbesar Investasi, Indonesia Diproyeksi Jadi Pusat Ekosistem Digital ASEAN
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekosistem digital ASEAN. Salah satu pendorong utama adalah perpanjangan kerja sama dengan Amazon Web Services (AWS), yang telah menginvestasikan US$ 5 miliar di Indonesia sejak 2021.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yakin Indonesia memiliki potensi besar untuk mendominasi transformasi digital di kawasan. Dalam pertemuan dengan perwakilan penyedia layanan cloud itu di Jakarta, Rabu (8/1/2025), Meutya menekankan pentingnya meningkatkan proporsi investasi di Indonesia guna mengimbangi peluang pasar digital yang terus tumbuh.
“Indonesia adalah pasar strategis dengan potensi jauh lebih besar dibanding negara-negara lain di ASEAN. Kami mendorong mitra global untuk meningkatkan kontribusi investasi mereka, khususnya dalam pengembangan kapasitas pusat data dan ekosistem kecerdasan buatan,” ujar Meutya dalam keterangannya.
Proyeksi menunjukkan pertumbuhan kapasitas data center di Indonesia dapat melonjak hingga 260% dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini, menurut Meutya, menjadi peluang besar bagi perusahaan cloud untuk terus memperluas investasinya di Indonesia, khususnya dalam mendukung transformasi digital dan membangun talenta digital yang kompeten.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yakin Indonesia memiliki potensi besar untuk mendominasi transformasi digital di kawasan. Dalam pertemuan dengan perwakilan penyedia layanan cloud itu di Jakarta, Rabu (8/1/2025), Meutya menekankan pentingnya meningkatkan proporsi investasi di Indonesia guna mengimbangi peluang pasar digital yang terus tumbuh.
“Indonesia adalah pasar strategis dengan potensi jauh lebih besar dibanding negara-negara lain di ASEAN. Kami mendorong mitra global untuk meningkatkan kontribusi investasi mereka, khususnya dalam pengembangan kapasitas pusat data dan ekosistem kecerdasan buatan,” ujar Meutya dalam keterangannya.
Proyeksi menunjukkan pertumbuhan kapasitas data center di Indonesia dapat melonjak hingga 260% dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini, menurut Meutya, menjadi peluang besar bagi perusahaan cloud untuk terus memperluas investasinya di Indonesia, khususnya dalam mendukung transformasi digital dan membangun talenta digital yang kompeten.
Menanggapi dorongan tersebut, perwakilan perusahaan menyebutkan bahwa investasi senilai besar di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah perusahaan mereka secara global. Dana ini mencakup pembangunan infrastruktur data center dan program pelatihan cloud computing untuk menciptakan tenaga kerja yang siap menghadapi ekonomi digital.
“Kami berkomitmen untuk mendukung Indonesia melalui investasi jangka panjang hingga 2036. Indonesia adalah prioritas utama kami di kawasan ASEAN,” ujar Head of Public Policy Asia Pasifik dan Jepang, Quint Simon.
Indonesia diproyeksikan memiliki nilai ekonomi digital hingga US$ 130 miliar pada 2025. Menkomdigi memastikan bahwa kerja sama ini bukan hanya soal investasi, melainkan juga wujud komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai pemimpin transformasi digital di ASEAN.
“Kolaborasi ini adalah momentum penting bagi Indonesia. Kami terus mendorong mitra global untuk berkontribusi lebih besar, agar Indonesia menjadi kekuatan digital terbesar di kawasan,” tegas Meutya.
Di sisi lain, Komdigi optimistis dapat mempercepat transformasi digital Indonesia yang inklusif dan berdaya saing global. Strategi ini juga diharapkan menjadi katalisator untuk pengembangan talenta lokal dan penguatan infrastruktur digital nasional. (C-13)

