Menperin Agus Bakal Tagih Apple Lunasi Utang dan Bangun Pabrik
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita akan menagih utang realisasi komitmen sebesar US$ 10 juta dalam siklus 2020 hingga 2023. Hal itu akan dilakukan Agus saat bertemu pejabat tinggi Apple yang direncanakan berlangsung pada 7-8 Januari 2025.
"Apple masih harus menyelesaikan komitmen utang US$ 10jt dalam siklus 2020-2023, walaupun mereka sudah menyampaikan proposal komitmen, Kemenperin menunggu implementasinya," ucap Agus kepada awak media, Kamis (2/1/2025).
Baca Juga
Petinggi Apple Bakal Temui Menperin Agus, Bahas Investasi Rp 16 Triliun di RI
Dalam pertemuannya nanti, Menperin Agus mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema yang akan ditawarkan ke pihak Apple. Pertama, skema manufaktur, yakni dengan membangun pabrik di Indonesia.
Selain skema manufaktur, pemerintah juga sebenarnya telah menawarkan opsi lainnya, yakni aplikasi dan inovasi. Namun dalam hal ini, Menperin Agus mendorong Apple untuk menjalankan skema inovasi dalam merealisasikan janji investasinya di Tanah Air.
"Mengikut skema 3, yaitu skema inovasi, dengan catatan harus menyerahkan proposal setiap 3 tahun (siklus 3 tahun), negosiasi melalui Menperin," ungkapnya.
Lebih lanjut, Menperin Agus menyebutkan, kalaupun Apple tetap memilih menggunakan skema 3, yakni investasi inovasi, pihaknya sudah menyiapkan perhitungan secara teknokratis mengenai nilai Apple agar izin edar bisa terbit.
"Dalam negosiasi, pihak Apple pasti akan mengedepankan kepentingannya. Sementara pihak pemerintah akan mengedepankan kepentingan nasional melalui pembangunan manufaktur di Indonesia," terang Agus Gumiwang.
Baca Juga
Rosan Ungkap Apple Akan Umumkan soal Nasib Investasi Rp 16 Triliun Pekan Depan
Diketahui, Apple bakal merealisasikan investasinya di Indonesia senilai US$ 1 juta atau sekitar Rp 16 triliun di Indonesia. Hal ini dilakukan guna memenuhi persyaratan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari 35% menjadi 40%.

