PLN Prediksi Jumlah Kendaraan Listrik di Libur Nataru 2024-2025 Melonjak 2,5 Kali Lipat
JAKARTA, investortrust.id – PT PLN (Persero) memperkirakan jumlah kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang akan berlalu lalang selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025 akan meningkat pesat sebanyak 2,5 kali lipat, dibandingkan periode sama tahun lalu.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebutkan, guna mengantisipasi pertumbuhan tersebut, PLN sudah menyiapkan Satgas yang akan mulai bersiaga dari tanggal 16 Desember 2024-9 Januari 2025.
Baca Juga
“Khusus untuk mudik, kami sudah melakukan assessment, memprediksi bahwa jumlah kendaraan listrik yang mudik dibanding Natal dan Tahun Baru tahun lalu itu meningkat 2,5 kali lipat,” ujar Darmawan dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Senin (9/12/2024).
Dipaparkan oleh Darmawan, pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya terdapat sekitar 2.700 kendaraan listrik yang melintas. Namun, tahun ini diprediksi bisa lebih dari 7.800, bahkan bisa mendekati 8.000 kendaraan listrik.
“Tentu saja dari pengalaman tahun lalu, kami ingin memastikan, jangan sampai ada saudara kita yang mudik menggunakan kendaraan listrik, ada kehabisan listrik gitu. Maka jumlah SPKLU terutama di jalan tol, kemudian di daerah-daerah, dibanding dengan Nataru kemarin itu meningkat 8 kali lipat,” kata dia.
Pria yang akrab disapa Darmo menerangkan, untuk mengisi bensin kendaraan BBM butuh waktu sekitar 1 menit. Namun, untuk mengisi kendaraan listrik yang fast charging bisa sampai 20 menit. Inilah yang kemudian menjadi alasan diperbanyak SPKLU di sepanjang jalur mudik, utamanya di jalan tol.
Baca Juga
Perencanaan Strategis Pertamina dan PLN dalam Mencapai Swasembada Energi
Selain itu, Darmo menyampaikan, PLN mengerahkan sekitar 6.000 petugas untuk mengawal SPKLU. Mereka pun punya unit mobile charging untuk membantu pengendara yang kehabisan listrik di tengah jalan.
“Dan kemudian kami juga sudah membangun suatu electric vehicle digital service di PLN Mobile kami. Jadi kalau ada saudara-saudara kita yang ingin mudik menggunakan mobil listrik, dipersilakan menggunakan road trip planner di PLN Mobile,” beber Darmo.
Darmo menyebutkan, saat ini, sudah ada SPKLU dari PLN setiap jarak 23 km di rest area. Adapun untuk mobil listrik sekali charge rata-rata jaraknya bisa 350 km, sehingga masih aman.
“Dan kalau misalnya dari Jakarta ini termasuk Transjawa dan Trans Sumatera. Jadi kalau ke Yogya itu sekitar 570 km jadi harus nge-charge sekali. Atau kalau mau aman nge-charge dua kali. Sampai Madiun sekitar 700 km jadi nge-charge-nya tiga kali begitu ya. Ada road trip planner, jadi bisa merencanakan mau nge-charge di mana,” sebut dia.

