Dorong UMKM, Amartha dan Omah Wulangreh Gelar Pasar Minggu Pahingan di TIM
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya memberdayakan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) bersama yayasan nirlaba di bidang seni, sosial, dan budaya, Wulangreh Omah Budaya (Omah Wulangreh) menggelar Pasar Minggu Pahingan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (8/12/2024).
Pasar Minggu Pahingan merupakan wadah pemberdayaan UMKM yang diinisiasi Omah Wulangreh sejak 2019. Gelaran ini tidak hanya menyediakan produk makanan dan minuman saja, tetapi juga dimeriahkan produk-produk fashion dan kain Nusantara.
Baca Juga
Pamong Omah Wulangreh, Reny Ajeng berharap perhelatan tersebut menjadi wadah bertemunya pembeli dan penjual sehingga turut membantu para pelaku UMKM dan mendorong perputaran roda ekonomi masyarakat.
“Ini merupakan kali kedua Omah Wulangreh didukung Amartha, perusahaan teknologi penyedia layanan keuangan digital inklusif,” ujar Reny Ajeng di Jakarta, Minggu (8/12/2024).
Selain Pasar Minggu Pahingan, digelar pula pertunjukan seni bertajuk Gugur Gunung III Baur Lebur. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Gugur Gunung Omah Wulangreh mengusung tema pertunjukan teater tari tradisi.
Menurut Reny, baik Omah Wulangreh maupun Amartha memiliki kesamaan nilai dalam melihat pelestarian budaya sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto mengungkapkan, pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi harus berjalan beriringan.
“Melalui acara ini, Amartha mendukung sinergi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan UMKM yang selama ini menjadi fokus utama kami, dengan melayani lebih dari 2,7 juta UMKM di perdesaan,” kata dia.
Baca Juga
Dalam acara ini, menurut Aria, Amartha juga menggelar rangkaian Amartha Impact Festival yang akan berisi lokakarya dari UMKM binaan Amartha dan penghargaan Amartha Local Heroes.
Penghargaan diberikan kepada Kepala Dusun Desa Krecek Temanggung (Jawa Tengah), Sukoyo dan Ketua Penjaga Hutan Desa Beji Gunung Kidul (DIY Yogyakarta), Sri Hartini atas inisiatif tulus mereka dalam menciptakan perubahan berkelanjutan dengan menjaga kelestarian lingkungan.
“Penghargaan diberikan atas beberapa aspek penilaian, seperti kepemimpinan serta komitmen menciptakan kesejahteraan yang lebih inklusif melalui berbagai inovasi di level akar rumput,” ucap Aria.

