Didorong Sumber Daya EBT Melimpah, Indonesia Tertarik Ekspor Listrik ke Singapura
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa Indonesia harus bisa memanfaatkan keunggulan komparatif, termasuk energi baru terbarukan (EBT). Keunggulan tersebut dimanfaatkan dengan rencana mengekspor listrik hijau ke Singapura.
Kendati demikian, Bahlil menekankan, rencana ekspor listrik ke Singapura baru sebatas nota kesepahaman (MoU) dan masih perlu kajian mendalam terkait rencana itu. “Kita bicara G to G dulu. Kita kan bicara tentang kepentingan bangsa. Hari ini di dunia, orang sudah bicara tentang green industry dan green energy untuk melahirkan produk yang bersih,” ujar Bahlil saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jumat (22/11/2024).
Baca Juga
RUPTL 2024-2040 Difinalisasi, 75% Kebutuhan Listrik akan Disuplai EBT
Oleh karena itu, Bahlil menginginkan, Indonesia turut memanfaatkan peluang ini. Apalagi, Indonesia memiliki banyak sumber daya EBT. Berdasarkan data Kementerian ESDM, Indonesia punya potensi EBT signifikan dan beragam, yakni sebesar 3.687 gigawatt (GW).
“Kita harus memanfaatkan hal-hal yang tidak dimiliki oleh negara lain. Keunggulan komparatif, termasuk di dalamnya, energi baru terbarukan. Kita lagi membicarakan dulu dengan pemerintah,” kata Bahlil.
Baca Juga
Bertambah, Ekspor Listrik Rendah Karbon RI ke Singapura Jadi 3,4 GW
Terkait dengan kapan ekspor listrik hijau ke Singapura ini bakal dilakukan, Bahlil menyebut, saat ini konsepnya sedang dibuat terlebih dahulu. Menurutnya, penting juga untuk mengetahui timbal balik apa yang bisa diberikan Singapura dari kerja sama ini.
“Kita ekspor listrik ke negara lain, tapi apa yang negara lain berikan kepada kita. Jangan mau kita hanya menguntungkan suatu negara tertentu. Kita harus sama-sama win-win. Negara lain butuh energi kita, tapi kita juga butuh negara lain untuk ada sharing investasi apa yang bisa kita bicarakan,” ucap dia.

