Freeport Indonesia Ungkap Masih Miliki Sumber Daya dan Cadangan yang Melimpah
JAKARTA, investortrust.id - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyampaikan bahwa wilayah tambang PTFI masih memiliki potensi sumber daya dan cadangan yang melimpah.
Vice President Government Relation & Smelter Technical Support PT Freeport Indonesia Harry Pancasakti mengungkapkan, cadangan tembaga di Papua tersebut dapat ditambang hingga tahun 2052.
Hal itu diungkapkan Harry dalam acara Investortrust Future Forum bertajuk Mendiversifikasi PMA di Investasi Berkelanjutan di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (25/9/2024).
"Nah, kalau kita lihat sumber daya dan cadangan ini melimpah. Cadangan kita 1,6 miliar ton, itu cukup sampai tahun 2052. Walaupun IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) PTFI itu yang saat ini berakhir pada tahun 2041. Memang dengan regulasi yang baru, dengan PP (Peraturan Pemerintah) yang baru, bahwa izin ini dapat diperpanjang sampai habisnya cadangan, setiap kali perpanjangan 10 tahun," ujar Harry.
Harry menjelaskan, selain cadangan, sumber daya juga melimpah. Di mana, terdapat 3 miliar ton sumber daya bijih yang potensial untuk dikembangkan.
"Tapi satu yang harus diingat bahwa cadangan dan sumber daya ini tidak bisa diapa-apain kalau tidak ada investasi," ungkap Harry.
Lebih lanjut, Harry menyebut, untuk cadangan dan sumber daya ini bisa di eksploitasi. Menurut Harry, saat ini PTFI sudah mengeluarkan lebih dari US$ 22 miliar.
"Dan untuk kedepannya akan diperlukan lebih US$ 13 miliar untuk mengkonversi cadangan dan sumber daya tadi untuk menjadi suatu barang tambang yang dapat diproduksi dan menghasilkan konsentrat, yang kemudian harus di hilirisasi lebih kecil. Dan biaya US$ 13 miliar ke depan ini, itu sesuatu yang cukup untuk mengolah cadangan yang sekarang sampai dengan tahun 2041," jelas Harry.

