Erick Thohir Gandeng BPPIK untuk Bersih-Bersih BUMN, Ini Terobosannya
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bertemu Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BPPIK) Aries Marsudiyanto di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (8/11/2024).
Pertemuan tersebut membahas program bersih-bersih BUMN yang dijalankan Erick Thohir dan jajaran Kementerian BUMN sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas penyelewengan laporan keuangan di perusahaan pelat merah.
Baca Juga
Erick Thohir Perintahkan 8 BUMN Keroyokan Bantu Program Makan Siang Gratis
Erick mengatakan BPPIK akan mengawal pembangunan ekonomi pada pemerintahan Prabowo. Seperti diketahui, selama ini peran BUMN terbilang besar dalam pembangunan ekonomi.
Di sisi lain, pembangunan ekonomi nasional, khususnya target pertumbuhan ekonomi hingga 8% terancam gagal lantaran penyelewengan di sejumlah BUMN. Belum lagi, operasional beberapa BUMN yang dinilai jauh dari kata efisien.
"Karena memang tidak mungkin kita menekan pertumbuhan sekadar hanya mendorong program-program ekonomi. Tetapi salah satunya yang diinginkan oleh Pak Prabowo, yaitu bagaimana efisiensi itu harus dipangkas," kata Erick.
Erick menyebut Kementerian BUMN bersinergi dengan BPPIK untuk mendukung program bersih-bersih BUMN. BPPIK juga akan berperan menjadi pengendali investigasi jika ada penyelewengan di BUMN.
"Kita akan menyinergikan bagaimana pembangunan ini tentu harus ada pengendaliannya dan tentu juga harus ada diinvestigasi kalau ada penyelewengan," ungkapnya.
Sejauh ini, menurut Erick, program bersih-bersih BUMN yang sudah dilakukan berhasil membongkar sejumlah kasus penyelewengan di perusahaan pelat merah. Beberapa di antaranya, kasus korupsi di PT Asabri (Persero), PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Garuda Indonesia (Persero). Hasil dari program bersih-bersih itu, kata Erick, saat ini hanya tujuh perusahaan dari 47 BUMN yang kondisinya tidak sehat atau dalam proses penyehatan.
"Saya membuka pintu selebar-lebarnya, karena kita yakin bisa maju ke depan, karena memang efisiensi dan juga menekan yang namanya korupsi," tegasnya.
Baca Juga
Erick Thohir Sebut Masih Ada Tujuh BUMN Merugi, Begini Statusnya Saat Ini
Sementara itu, Kepala BPPIK Aries Marsudiyanto mengatakan akan bersinergi dengan kepolisian, Kejaksaan Agung (Kejagung), kementerian/lembaga, Badan Intelejen Negara (BIN) hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki adanya penyelewengan laporan keuangan BUMN secara menyeluruh. Upaya tersebut dilakukan dengan membangun sistem yang terintegrasi dengan seluruh kementerian/ lembaga guna memudahkan koordinasi dan pengawasan.
"Ke depan kita akan membuat formula-formula sistem mekanisme yang baik, sehingga seluruh kementerian itu akan bisa terjalin koordinasi, terawasi, terkontrol dan terukur," ujar Aries.

