Trem Otonom di IKN Tetap Beroperasi hingga Desember 2024
JAKARTA, investortrust.id - Trem otonom terpadu atau autonomous rapid transit (ART) akan tetap beroperasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga Desember 2024. Hal ini setelah Otorita IKN (OIKN) melalui Kedeputian bidang Transformasi Hijau dan Digital menyelesaikan kegiatan proof of concept (PoC) ART di IKN. Pelaksanaaan PoC ini berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Dukungan Percepatan Penyelenggaraan Uji Coba dan Unjuk Kerja (Proof of Concept) Trem Otonom di Ibu Kota Nusantara.
OIKN kemudian melanjutkan tahapan unjuk kerja atau showcase yang dilaksanakan hingga Desember 2024.
“Setelah kegiatan pelaksanaan PoC akan dilanjutkan kegiatan unjuk kerja (showcase) trem otonom oleh Kementerian Perhubungan. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada bulan November – Desember, sesuai dengan koordinasi yang dilakukan antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub dan Kedeputian bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN,” kata Deputi bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Mohammed Ali Berawi dalam keterangannya, Kamis (7/11/2024).
Baca Juga
Jangan Keliru! Begini Perbedaan Trem Otonom IKN dengan Bus Gandeng Perkotaan
Sebagai informasi, kegiatan PoC merupakan kerja sama antara OIKN dengan Norinco International Cooperation Ltd dan pemilik sarana trem otonom yakni CRRC Qingdao Sifang.
“Uji coba ini bertujuan untuk menilai keandalan teknologi otonom ART dengan lingkungan IKN, yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan,” kata Ali.
Kegiatan penilaian PoC tersebut dilakukan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dengan dua rute pengujian yang mencakup area di sekitar Kantor Kemenko 1–4 dan Jalan Sumbu Kebangsaan Barat dan Timur.
“Pengujian dilakukan pada jalur khusus yang bersifat mixed traffic di mana ART berbagi jalan dengan kendaraan lain. Meski kondisi kawasan masih dalam pembangunan, tim penilai PoC telah selesai melaksanakan evaluasi, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan jalur jalan yang memungkinkan untuk dilakukan penilaian uji coba,” ungkap Ali.
Tim penilai PoC terdiri dari para pakar transportasi dan teknologi sistem kendali otonom tiga perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan praktisi profesional di Indonesia.
Ali memaparkan, tim penilai PoC ini diketuai oleh Sigit Pranowo bersama Benyamin Kusumoputro, dan Nandy Setiadi Djaya Putra dari Universitas Indonesia (UI), Bambang Riyanto Trilaksono dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Danang Parikesit dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Selanjutnya, Nasrullah Armi dari Pusat Riset Telekomunikasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Aditya Dwi Laksana dari Forum Transportasi Jalan dan Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), serta Yanto Yulianto dari Institution of Railway Signal Engineers (IRSE).
“Tim ini memastikan monitoring, evaluasi, dan kegiatan penilaian dilakukan secara objektif sesuai kebutuhan dan kesiapan ekosistem IKN. Evaluasi PoC berlangsung antara 10 September hingga 22 Oktober 2024,” jelas Ali.
Baca Juga
Berdasarkan hasil evaluasi, lanjut Ali, tim penilai PoC menyimpulkan bahwa teknologi otonom ART direkomendasikan untuk dapat dimanfaatkan di Indonesia sebagai transportasi publik dengan catatan harus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan teknologi lebih lanjut. Hal ini diperlukan untuk mencapai performa optimal sistem otonom sesuai dengan standar yang dipersyaratkan, karena sejauh ini sistem otonom belum dapat difungsikan.
“Kinerja ART dalam kegiatan PoC pada kondisi lingkungan saat ini di IKN belum menunjukkan sistem kendali otonom yang reliabel sebagaimana ditunjukkan pada sarana serupa di China,” kata Ali.

