Baru Dilantik Jadi Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto Dapat Banyak PR dari Bahlil
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, telah melantik Djoko Siswanto sebagai kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada Kamis (7/11/2024) malam.
Dalam pelantikan yang berlangsung di Sekretariat Kementerian ESDM itu, Bahlil langsung memberikan penugasan kepada Djoko.
Baca Juga
Salah satunya, Bahlil meminta untuk menggenjot lifting minyak nasional yang saat ini berada di angka 600.000 barrel oil per day (BOPD).
“Lifting kita sekarang hanya 600.000 BOPD dan sebenarnya bisa kita tingkatkan, tetapi karena satu dan lain hal. Sudah selesai eksplorasi ada 301, sebagian 195 di Pertamina dan selebihnya di tempat lain. Saya minta kepada Pak Djoko yang baru dilantik, untuk ini dituntaskan. Itu pekerjaan utama Bapak,” kata Bahlil di Sekretariat ESDM, Kamis (8/11/2024).
Selain itu, Bahlil juga menugaskan Djoko memangkas semua aturan dan koordinasi yang mengambat eksplorasi atau hal lainnya yang berpotensi mengganggu peningkatan lifting migas. Dia pun meminta Djoko melaporkan segala kendala yang dihadapi.
“Sampaikan ke saya dan kita selesaikan bersama-sama. Sumur-sumur idle segera selesaikan, dikerjasamakan, dibincarakan sama KKKS-nya, di-clear-kan,” tegas mantan Menteri Investasi itu.
Selanjutnya, Bahlil juga meminta kepada SKK Migas untuk menghitung dengan baik jumlah gas yang diproduksi. Sebab, saat ini Indonesia lebih banyak memiliki sumur-sumur gas ketimbang minyak, sehingga diprediksi akan terjadi surplus gas pada 2026 nanti.
Baca Juga
Kinerja Cemerlang, PHE Capai Produksi Migas 1,046 Juta Barel Setara Minyak per Hari
Bahlil menyebutkan, gas sejatinya menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan swasembada energi di Indonesia. Hal ini mengingat, pemerintah berencana meningkatkan produksi LPG dalam negeri dengan memanfaatkan yang punya kandungan propana (C3) dan butana (C4).
“Menyangkut dengan gas untuk bahan baku LPG, C3, C4 di mana lokasinya, dan kita harus bangun industrinya, bekerja sama-sama Pertamina ataupun swasta nasional yang bisa melakukan,” ucap Bahlil.

