Kementerian PU Modernisasi DI Rentang dengan Angaran Rp 6,24 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung tengah memodernisasi Daerah Irigasi (DI) Rentang di Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran Rp 6,24 triliun.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyatakan, proyek ini bertujuan mengoptimalkan layanan irigasi guna meningkatkan produktivitas pertanian dan mewujudkan visi Astacita Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan.
Baca Juga
“Kita mainkan di irigasi primer, sekunder, dan tersier. Itu insyaallah lebih cepat mendukung ke arah swasembada pangan,” kata Dody dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (7/11/2024).
Dody Hanggodo menjelaskan, DI Rentang melayani lahan pertanian seluas 87.840 ha di Kabupaten Majalengka, Cirebon, dan Indramayu, yang mengandalkan debit air dari Sungai Cimanuk.
Modernisasi DI Rentang, menurut Menteri PU, antara lain bertujuan meningkatkan produksi padi dan tanaman bernilai tinggi melalui perbaikan dan optimalisasi jaringan irigasi, serta peningkatan operasional dan pemeliharaannya.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan mendukung swasembada pangan,” tegas dia.
Dody menargetkan produktivitas padi meningkat dari 5,6 ton per ha menjadi 6,5 ton per ha sejalan dengan dilakukannya modernisasi DI Rentang. “Luas tanam juga ditargetkan bertambah dari 43.229 ha menjadi 86.423 ha. Selain itu, indeks pertanaman melonjak dari 120% menjadi 230%,” imbuh Dody.
Baca Juga
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Bakal Mulai Cetak Sawah 150 Ribu Hektare di Kalteng
Dody mengungkapkan, proyek ini telah dimulai sejak 2016 dengan progres fisik sekitar 74% dan diharapkan selesai pada 2026. Modernisasi DI Rentang dilakukan melalui pembangunan Bendungan Jatigede, meningkatkan keandalan pasokan air, dan memperluas area tanam.
Langkah lainnya adalah memperbaiki infrastruktur irigasi yang mencakup peningkatan saluran pembawa, pembuang, bangunan, dan alat ukur debit. “Melalui modernisasi ini, kehilangan air berkurang dari 15% menjadi 4%,” kata dia.
Dia menambahkan, modernisasi DI Rentang dilakukan karena sistem irigasi ini sudah berusia puluhan tahun sehingga kinerja pelayanan airnya berkurang.

