Menhub Dudy Sebut Belum Diajak Diskusi Soal Pintu Masuk 7 Barang Impor
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menyatakan, pihaknya belum dilibatkan terkait pengalihan pintu masuk tujuh komoditas barang jadi impor oleh Menteri Perindustrian (Menperin).
''Mungkin bisa ditanya Kemenperin, karena saya baru dengar ini. (Berarti belum ada obrolan dengan Menperin?) Belum,'' ungkap Dudy saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (6/11/2024).
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan, Pelabuhan Sorong berpotensi menjadi pintu baru masuknya barang impor tujuh komoditas.
Hal ini seiring dengan adanya rencana pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang akan memindahkan pintu masuk tujuh komoditas barang jadi impor ke pelabuhan-pelabuhan di wilayah Indonesia bagian Timur.
Baca Juga
Wall Street ‘Bullish’ Pasca-Pemilu AS, Dow Jones Melejit 1.500 Poin
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Hartanto menyatakan, pelabuhan yang berpotensi untuk dijadikan pintu masuk baru barang impor adalah pelabuhan yang besar dan terakreditasi kelas I.
“Potensinya yang jelas pelabuhan-pelabuhan kelas I, kelas utama kemungkinan besarnya. Kayak (Pelabuhan) Sorong itu cukup memadai,” ungkap Hartanto di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Kendati demikian, lanjut Hartanto, pihaknya masih mengidentifikasi dan melihat pelabuhan mana lagi yang berpotensi dijadikan 'pintu masuk' yang baru untuk barang impor.
Ia pun menekankan, Kemenhub sangat berhati-hati dalam menentukan pelabuhan-pelabuhan yang akan dipilih sesuai dengan kelaikan yang memenuhi standar kepelabuhanan.
“Pada prinsipnya Pak Menteri Perhubungan (Menhub) akan mengikuti terus perkembangannya dan kita juga akan siap atas apa yang menjadi kesepakatan pimpinan,” ucap Hartanto.
Baca Juga
Kemenhub Catat Realisasi Anggaran Rp 28 Triliun per 1 November 2024
Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita berencana mengalihkan pintu masuk tujuh komoditas barang jadi impor ke pelabuhan-pelabuhan di wilayah Indonesia bagian Timur.
Tujuh komoditas tersebut meliputi tekstil produk tekstil (TPT), pakaian jadi, keramik, perangkat elektronik, produk kecantikan, barang tekstil jadi, dan alas kaki. Agus mengatakan, langkah ini diambil karena banyaknya barang jadi impor yang masuk ke dalam negeri.
"Nah itu akan kami usulkan, termasuk tekstil, untuk pintu masuknya ke Indonesia itu adalah pelabuhan-pelabuhannya ada di wilayah timur Indonesia," kata Agus beberapa waktu lalu di Kompleks Parlemen, Jakarta.

