Kadin Indonesia Kumpulkan Puluhan Dubes Negara Sahabat, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar acara Diplomatic Economic Reception Dinner yang dihadiri oleh puluhan duta besar negara sahabat dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Sebagai catatan, acara makan malam tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta dan Arrmanatha Nasir. Selain itu, sejumlah pengusaha papan atas juga hadir dalam acara tersebu.
Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie, acara yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2024) itu digelar unruk memperluas sekaligus memperdalam kolaborasi bisnis dan ekonomi dengan negara-negara sahabat. Terlebih Indonesia telah memasuki era baru di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga
“Era ini membawa peluang baru bagi Indonesia untuk menorehkan namanya di panggung global. Memanfaatkan kekuatan unik dan ketangguhan historis kita,” katanya saat memberikan sambutan di acara Diplomatic Economic Reception Dinner.
Pada kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Anin itu menyebut perekonomian Indonesia telah menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Hal itu tecermin dari rerata pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5% selama beberapa tahun terakhir.
“Ada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian kita yang telah menjaga agar kondisi perekonomian kita tetap baik dan sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara di G20, kita memiliki peran yang unik. Kita harus memimpin dalam mempromosikan perdamaian, inklusivitas, kemitraan yang setara, dan saling menguntungkan dalam interaksi global,” tuturnya.
Baca Juga
Bos Kadin Sambut Baik Upaya Prabowo Selamatkan Sritex (SRIL)
Kemudian Anin juga menjelaskan beberapa hal penting dalam yang menjadi fokus Kadin Indonesia, antara lain transisi energi dan ketahanan pangan. Dia juga menekankan kontribusi dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mencapai lebih dari 60% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia dan mempekerjakan 97% tenaga kerja.
“Kadin mendukung usaha-usaha ini dengan membantu mereka tumbuh melalui ekspansi internasional dan oleh karena itu ekspor adalah pendorong utama pembangunan ekonomi kita,” tegasnya.

