Hilirisasi Bikin Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Jadi yang Tertinggi di Dunia
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung menyebut, hilirisasi telah membuat pertumbuhan ekonomi Maluku Utara melesat signifikan.
“Kami melihat Maluku Utara adalah contoh sukses program hilirisasi. Yang tadinya Maluku Utara ekspor bahan mentah dalam bentuk nikel ore, dengan adanya program hilirisasi kita menghasilkan dua komponen, yaitu nikel dan kobalt,” kata Yuliot dalam keterangannya, Kamis (31/10/2024).
Dipaparkan oleh Yuliot, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada tahun 2023 mencapai 20,49%, yang menjadikan Maluku Utara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Bahkan, pada tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Maluku Utara berada pada angka lebih dari 22%.
Baca Juga
Bos MIND ID Sebut Hilirisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Dalam Negeri
"Kalau kita lihat aliran investasi hilirisasi untuk Maluku Utara pada Januari sampai dengan September 2024 ini, aliran investasi yang masuk dalam rangka hilirisasi di Maluku Utara lebih kurang sekitar Rp 55 triliun, karena nikel dan kobalt ini diperlukan untuk ekosistem kendaraan listrik," ujar dia.
Lebih lanjut, Yuliot menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan hanya berhenti pada program hilirisasi tahap pertama saja. Melainkan akan ada hilirisasi tahap selanjutnya, yakni hilirisasi tahap kedua, ketiga, dan keempat.
"Kami dari Kementerian ESDM juga sudah memetakan pohon industri untuk melakukan proses hilirisasi yang lebih dalam lagi hingga tahap keempat. Sehingga nilai tambah yang terjadi lebih besar," sebut Yuliot.
Baca Juga
Hilirisasi Batu Bara Bisa ke Banyak Produk, Indonesia Pilih yang Mana?
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara ditopang oleh hilirisasi (industri pengolahan) yang mencapai angka 10,60%, disusul dengan pertambangan sebesar 7,97%. Kemudian diikuti sektor perdagangan sebesar 0,72%, sektor pertanian 0,62%, dan sektor lainnya sebesar 0,57%.
Hilirisasi sendiri menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan ekonomi Indonesia, terutama di sektor pertambangan. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi untuk memberikan nilai tambah bagi sumber daya alam.

