Menkominfo Budi Arie "Banting Setir" Jadi Menteri Koperasi, Cek Program dan Profilnya
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto telah melantik Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Koperasi di Kabinet Merah Putih pada Senin (21/10/2024) di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) di akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin itu akan menjalankan tiga program prioritas pada 100 hari pertama kerjanya. Program tersebut meliputi digitalisasi koperasi, mengubah citra (rebranding) dan revitalisasi koperasi, serta penguatan tata kelola dan sumber daya manusia (SDM) koperasi.
"Jadi salah satu dari 100 hari program prioritas kementerian saya selain rebranding yang kedua adalah digitalisasi koperasi," katanya saat memberikan sambutan di acara serah terima jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika ke Menteri Komunikasi dan Digital di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2024).
Menurut Budi Arie, program prioritas itu dilakukan untuk meningkatkan jumlah anggota koperasi di Indonesia. Dia menyebut jumlah masyarakat Indonesia yang menjadi anggota koperasi hanya 27 juta jiwa, jauh lebih kecil dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS).
Baca Juga
Sertijab Menteri Koperasi, Budi Arie Beberkan Target 100 Hari Kerja
Pembentukan Kementerian Koperasi yang terpisah dari Kementerian Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menurutnya sangat penting untuk mendukung perekonomian nasional. Karena semangat koperasi tersirat dalam Undang Undang 1945 yang menyebutkan perekonomian disusun sebagai usaha bersama yang berasaskan kekeluargaan.
Profil Budi Arie Setiadi
Budi Arie lahir di Jakarta pada 20 April 1969. Dia merupakan jebolan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) yang kemudian melanjutkan S2 Manajemen Pembangunan Sosial di kampus yang sama.
Pria yang punya panggilan akrab Muni semasa kuliah itu sudah aktif bergabung dengan berbagai organisasi di UI. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BPM FISIP) UI pada tahun 1994, serta Anggota Presidium Senat Mahasiswa UI pada 1994-1995.
Budi Arie juga terlibat Forum Studi Mahasiswa UI (FSM) dan aktif terlibat dalam Kelompok Pembela Mahasiswa (KPM) UI. Dia juga sempat menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah mahasiswa UI Suara Mahasiswa pada 1993-1994.
Pada 1994-1996, Budi Arie tercatat sebagai jurnalis di mingguan Media Indonesia. Kemudian bersama beberapa seniornya dia ikut menjadi bagian awal dari berdirinya mingguan ekonomi Kontan pada 1996 dan bertahan sampai 2001.
Baca Juga
Ini Pesan Budi Arie untuk Menkominfo Pemerintahan Prabowo-Gibran
Setelah meninggalkan Kontan, Budi Arie menjabat sebagai Direktur Utama PT Mandiri Telekomunikasi Utama hingga 2009. Dia juga menjabat sebagai General Manager Tabloid Bangsa dari 2008-2009 dan memimpin beberapa perusahaan non media.
Sementara itu, untuk karier politiknya, Budi Arie menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Balitbang PDIP) DKI Jakarta pada 2005-2010 dan juga Wakil Ketua DPD PDI PDIP DKI Jakarta.
Sebelum mendirikan Projo pada 2013, Budi Arie sempat mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI untuk Daerah Pemilihan DKI Jakarta III (Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu) dari PDIP.
Budi Arie masuk pemerintahan pada 2019 sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT). Pada 17 Juli 2023 dia ditunjuk sebagai Menkominfo menggantikan Johnny G. Plate yang tersandung kasus korupsi menara stasiun pemancar atau base transceiver station (BTS) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)

