Bagikan

Target Investasi Capai Rp 25,71 T, Dua KEK Ini Bakal Serap 118.852 Tenaga Kerja

JAKARTA, investortrust.id – Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menargetkan, total nilai realisasi investasi KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten serta KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam mencapai Rp 25,71 triliun dengan penyerapan tenaga kerja hingga 118.852 orang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang menerangkan, KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten di Kabupaten Tangerang tersebut bergerak di sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan internasional dengan pengembangan teknologi digital.

Adapun KEK tersebut diusulkan oleh PT Surya Inter Wisesa (SIW), anak perusahaan dari PT Bumi Serpong Damai (BSD). “Kawasan dengan area sebesar 59,68 hektare ini berlokasi di Kabupaten Tangerang. Dengan target realisasi investasi sebesar Rp 18,8 triliun saat beroperasi penuh, KEK diharapkan dapat menyerap tenaga kerja hingga 13.446 orang,” kata Edwin dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (9/10/2024).

Baca Juga

Bos Sinar Mas Ungkap Ketertarikan Bangun Data Center di IKN hingga Kawasan Ekonomi Khusus

Sementara itu, lanjut Edwin, KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam yang diinisiasi oleh PT Karunia Praja Pesona ditargetkan realisasi investasinya hingga Rp 6,91 Triliun dengan potensi menyerap tenaga kerja sebanyak 105.406 orang. 

“Apollo Hospital India selaku investor utama berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan layanan kesehatan berstandar internasional dan peningkatan medical-tourism, yang ditargetkan akan rampung dan beroperasi di tahun 2026. Dengan dibentuknya KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, diharapkan akan terjadi penghematan devisa negara hingga Rp 500 miliar,” imbuh dia.

Sebagai gambaran, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja menetapkan dua KEK baru yaitu KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2024, serta KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam melalui PP Nomor 39 Tahun 2024 pada 7 Oktober 2024.

“Kedua KEK ini diharapkan membawa dampak signifikan terhadap perekonomian nasional sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, dengan peningkatan lapangan pekerjaan dan inovasi serta berbagai multiplier effect lainnya,” ujar Edwin. 

Edwin menambahkan, penetapan KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten bertujuan untuk mempercepat penciptaan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

“Selain berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal, KEK ini juga dirancang untuk mendukung percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi nasional. PT Surya Inter Wisesa, sebagai pengusul, membawa jaringan praktisi kesehatan internasional yang berfokus pada estetika medis, sementara di bidang teknologi, kawasan ini akan menjadi pusat digital (digital hub) dan inkubator bagi perusahaan rintisan (start-up),” tambah dia.

Sementara itu, Edwin mengharapkan, KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam mampu menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional dengan menggandeng Apollo Hospitals, penyedia layanan kesehatan swasta terbesar di India.

Edwin juga meyakini, hadirnya KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam ini akan memperkuat posisi Batam sebagai destinasi pariwisata kesehatan regional yang kompetitif di Asia Tenggara. “Sekaligus mengurangi pengeluaran devisa melalui peningkatan layanan medis dalam negeri, sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu lagi mencari perawatan ke luar negeri,” tandas dia.

Baca Juga

Food Estate Merauke akan Dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus

Rizal turut mengungkapkan, pihaknya mencatatkan sebanyak 22 KEK telah berdiri di sejumlah wilayah Indonesia hingga semester I-2024.

“Secara kumulatif sejak berdirinya KEK hingga Juni tahun 2024, 22 KEK yang telah ada berhasil mencatatkan investasi senilai Rp 205,2 triliun. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja di seluruh KEK mencapai 132.227 orang, dari total 368 jumlah pelaku usaha yang aktif di KEK,” terang dia.

Adapun 22 KEK tersebut meliputi 12 KEK Industri, yaitu Gresik, Kendal, Sei Mangkei, Arun Lhokseumawe, Galang Batang, Morotai, Palu, Sorong, MBTK, Bitung, Tanjung Sauh, dan Setangga; tujuh KEK Pariwisata, yakni Mandalika, Lido, Tanjung Lesung, Kura Kura Bali, Tanjung Kelayang, Likupang, dan Sanur (Pariwisata-Kesehatan).

Lebih lanjut, dua KEK Digital di Nongsa dan Singhasari, serta satu KEK Jasa lainnya (KEK Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO), yaitu Batam Aero Technic (BAT). “Dengan bertambahnya dua KEK baru, total Kawasan Ekonomi Khusus yang telah ditetapkan oleh Presiden menjadi 24 KEK. Sedangkan delapan KEK masih dalam proses penetapan,” tutup Edwin.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024